GETPOST.ID, Jakarta- Setiap tahun, suasana bioskop di Indonesia setelah momen Lebaran selalu menunjukkan pola yang serupa: deretan film horor mendominasi layar lebar. Tradisi tidak tertulis ini kembali terulang tahun ini, dengan sejumlah judul film horor lokal maupun internasional siap menarik perhatian penonton yang baru saja merayakan Hari Raya Idulfitri.
Para pengamat industri perfilman menilai bahwa momentum pasca-Lebaran memang menjadi waktu strategis untuk merilis film horor. Setelah melewati masa libur panjang yang identik dengan kebersamaan keluarga, banyak penonton terutama kalangan muda mencari hiburan yang memacu adrenalin saat kembali ke rutinitas. Genre horor dinilai mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Film Aku Harus Mati (AHM) keluaran Rumah produksi Rollink Action ‘nekat’ meleuncurkan film AHM dimana jajaran para pemainnya tanpa nama besar yang harus bersaing dengan Luna Maya dan Reza Rahardian lewat film Suzanna dan Film Danur yang dimainkan oleh Prilly Latuconsina.
“Ceritanya dekat dengan realita di kehidupan kita. Hidup di era di mana visual gambar menjadi tolak ukur sebuah keberhasilan. Ini relate dengan yang ada di media sosial di mana flexing sudah menjadi kewajiban untuk memenuhi ekspetasi dan validasi dari orang tersebut. Kami mencoba membuat film ini secara utuh,” kata Irsan Yapto, Eksekutif Produser saat ditemui di Press Screening film Aku Harus Mati, Kamis (26/03/26) di Epicentrum XXI, Kuningan Jakarta.
“Aku Harus Mati” adalah film horor yang ceritanya paling dekat dengan kehidupan manusia modern jaman sekarang fenomena Jual Jiwa Demi Harta, banyak masyarakat modern sekarang rela mengorbankan diri dan jiwa demi validasi dan harta sampai terlilit hutang pinjol, paylater, dan lain-lain,” lanjut Irsan.
Sinopsis:
Bercerita tentang seorang gadis bernama Mala, seorang gadis haus validasi dan terjerat utang pinjaman online (pinjol), melarikan diri ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Ketika cerita dibuka dengan angle video yang bagus, menggunakan drone sehingga dari visual sudah bisa bercerita arah film menuju ke lokasi yang jauh dari keramaian ibu kota. Tapi di sini tidak terlihat ke-hedonan- Mala yang diperankan oleh Hana Saraswati-, penonton mengetahui Mala memiliki pinjol dari dialog Mala kepada temannya lewat telpon.
Di panti asuhan Mala bertemu dengan dua sahabatnya di masa kecil yaitu Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni). Mala juga bertemu Romo (Bambang Paningron) yang mengetahui masa kecilnya. 15 menit pertama ini penonton masih meraba-raba filmnya mau dibawa kemana. Apalagi di awal perkenalan dari sang produser menekankan jika pinjol yang dilakukan oleh salah satu pemain terkait dengan pesugihan.
Tidak mau spoiler, hingga akhir film barulah terlihat rangkaian cerita yang ditawarkan dari film Aku Harus Mati. Film yang di sutradarai Hestu Saputra ini memiliki dua benang merah yang berbeda, dari masa lalu Mala dan kehidupan Mala yang sekarang tidak ada kaitan sama sekali dan terlihat dipaksakan. Soal pesugihan yang melibatkan perjanjian iblis dengan tumbal nyawa juga tidak dijelaskan dengan jelas dan rinci. AHM hanya menceritakan permukaannya saja mengenai pesugihan.
Tapi akting ketiga pemain utamanya terbilang baik dan terlihat adanya kemistri satu sama lain. Film AHM mulai tayang di bioskop pada 2 April 2026



