GETPOST.ID, Depok — Platform EVSafe Indonesia menggelar workshop V Breakdown: Safety Awareness di i-CELL FTUI, Universitas Indonesia, Depok, kemarin (15/7). Selain diskusi, penyelenggaraan workshop juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang tantangan unik mobil listrik (EV).
Peserta Workshop diajak memahami, meski teknologi EV semakin maju, potensi mogok tetap ada dan sering kali berbeda dari kendaraan konvensional (mesin pembakaran dalam/ICE).
“Transisi ke kendaraan listrik harus disertai pemahaman baru. Kita tidak mampu memperlakukan EV seperti mobil konvensional, dan itu bukan kelemahan, tapi karakter yang harus kita kenali,” ujar Mahaendra Gofar, Founders EVSafe Indonesia, dalam siaran pers.
Pentingnya Komponen Aki dan Ban
Salah satu sorotan utama adalah aki 12 V, komponen kecil yang sering diabaikan tapi krusial. Aki ini bertanggung jawab menyalakan sistem elektronik rendah voltase. Kalau aki 12 V mati, mobil tidak bisa jalan walau baterai utamanya penuh, jelas Mahaendra.
Selain itu, masalah pengisian daya juga menjadi penyebab umum mogok. Gangguan dapat terjadi karena ketidakcocokan antara charger dan mobil, atau bug pada software yang mengendalikan sistem pengisian. Update software secara rutin menjadi salah satu kunci untuk mencegah masalah ini.
Tak kalah penting adalah perawatan ban dan suspensi. Beban baterai membuat EV lebih berat, sementara torsi instan motor listrik mempercepat keausan ban. Statistik menunjukkan masalah ban pada EV 20% lebih sering dibanding mobil konvensional.
Faktor lingkungan juga tak kalah unik: kabel yang digerogoti tikus masih menjadi penyebab mogok yang sering ditemui, mengingat beberapa kabel EV masih menggunakan bahan berbasis organik yang menarik bagi hewan pengerat.
Menarik, cara penanganan darurat EV juga berbeda. Mobil listrik tidak boleh diderek sembarangan karena pengereman regeneratif bisa rusak. Pilihan aman adalah menggunakan flatbed atau dolly. Sedangkan untuk jump start, hanya boleh dilakukan dari mobil berbahan bakar ke EV, bukan sebaliknya.
Workshop ini diakhiri dengan pesan penting: mengenali karakteristik EV bukan hanya membantu mencegah mogok, tetapi juga memastikan keselamatan saat menghadapi situasi darurat.



