Domain .id Tembus 1,3 Juta, Ini Strategi PANDI Berikutnya untuk Ekosistem Digital RI

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) merayakan ultah ke-19 dan ID Fest 2025 di Jakarta.

GETPOST.ID, Jakarta – Nama domain .id yang terdaftar lebih 1,3 juta domain per 31 Agustus tahun ini, menurut data Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Tepatnya 1.317.633 nama domain, tertinggi di Asia Tenggara (ASEAN).

John Sihar Simanjuntak, Ketua Dewan Pengurus PANDI, menjelaskan angka ini menegaskan posisi .id sebagai domain dengan pertumbuhan positif dan makin dipercaya masyarakat sebagai identitas digital nasional.

Read More

Domain .id telah banyak dipakai berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha kecil hingga perusahaan besar, lembaga, komunitas, dan sebagainya. Pertumbuhan .id juga menunjukkan tumbuhnya kesadaran baru masyarakat era digital.

“Identitas yang berakar pada nilai-nilai lokal makin diminati karena dinilai lebih mampu membangun kepercayaan dan memperkuat posisi nasional di ekosistem digital yang terus berkembang. Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, seperti registrar hingga pemerintah,” kata John saat jumpa pers HUT ke-19 PANDI dan event ID Fest 2025 di Jakarta, Senin (16/9).

PANDI gelar jumpa pers kinerja Agustus 2025.
Peluncuran Domain Aksara Bali dan ai.id.

Selain jumlah domain yang terus meningkat, PANDI juga tengah menyiapkan langkah baru dengan menghadirkan Second Level Domain (SLD).

Pertama, SLD Internationalized Domain Name (IDN) Aksara Bali dan .ai.id. Kedua domain ini diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi masyarakat baik dari sisi pelestarian budaya maupun pengembangan teknologi, serta menjadi sarana untuk memperkuat identitas digital Indonesia di kancah global.

Untuk domain .ai.id, pencanangannya akan dilakukan bersama Korika pada gelaran AI Innovation Summit (AIIS) pada 16 September 2025. Domain ini dirancang untuk mendukung ekosistem kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri, peneliti, start-up, dan komunitas yang bergerak di bidang teknologi. Dengan adanya .ai.id, Indonesia diharapkan mampu menjadi wadah identitas yang kredibel bagi para inovator.

Kedua, SLD IDN Aksara Bali akan menjadi salah satu inovasi penting yang memadukan kearifan lokal dengan identitas digital nasional. Kehadirannya ditujukan untuk memberikan ruang bagi masyarakat Bali, komunitas budaya, akademisi, atau institusi lokal untuk mengekspresikan identitas dengan cara unik dan otentik.

Setelah pencanangan pada 2024, PANDI secara berkelanjutan bermitra dengan Universitas Udayana untuk menyiapkan SLD IDN Aksara Bali bagi pendaftaran oleh masyarakat. Jadi, Universitas Udayana akan berperan sebagai Registrar Khusus SLD IDN Aksara Bali.

Langkah ini menunjukkan komitmen PANDI untuk terus mengembangkan pilihan identitas digital yang relevan dengan kebutuhan zaman. DenganĀ  domain baru, masyarakat memiliki peluang lebih luas untuk mengekspresikan diri menyesuaikan digitalisasi tetapi tetap mengedepankan kearifan lokal.

Alhasil, inisiatif ini diharapkan dapat mendorong lahirnya ekosistem digital yang lebih inklusif, beragam, dan mampu menjembatani antara inovasi masa depan dan kekayaan warisan budaya Indonesia.

 

Related posts