GETPOST.ID, Jakarta – Daihatsu Indonesia meraih penjualan ritel 137.835 unit pada 2025 dengan pangsa pasar 16,5 persen. Alhasil, Daihatsu menjadi pemain No 2 terbesar di Indonesia selama 17 tahun berturut-turut.
Sementara pasar otomotif nasional sendiri mencapai 834 ribu unit.
Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengatakan pencapaian ini menjadi penguat konsistensi Daihatsu mempertahankan posisi nomor 2 penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang mempercayakan Daihatsu sebagai Sahabat mobilitas harian dan bisnis. Kepercayaan ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan berkualitas demi menghadirkan kebahagiaan bagi pelanggan,” ujar Sri Agung Handayani, Kamis malam (12/2).
Mari kita bahas detailnya.
Di segmen ICE (Internal Combustion Engine) kategori mobil penumpang dan niaga, Daihatsu juga mencapai posisi No 2 dengan pangsa pasar 25,9%. Di segman kendaraan di bawah Rp 300 juta, Daihatsu bahkan berada di posisi nomor satu dengan pangsa pasar 31,8%.
Soal model, kontributor utama, lebih 80% penjualan ritel Daihatsu, berasal dari model andalan di setiap segmennya, yakni Gran Max series yang mendominasi di segmen Commercial Low. Kemudian Sigra dan Ayla di segmen Low Cost and Green Car (LCGC) dan Terios (SUV Medium).
Di segmen LCGC Daihatsu, penjualan Sigra dan Ayla pada 2025 mencapai 47.901 unit. Mengukuhkan dominasi Daihatsu di segmen pasar LCGC Indonesia sebagai pilihan utama masyarakat dengan pangsa pasar sebesar 36,6%.
Sementara, di segmen SUV Medium, Terios mencatat penjualan 15.557 unit, menjadi model terlaris di segmen SUV Medium dengan harga hingga Rp 300 juta dengan pangsa pasar sekitar 45%.
Menariknya, di segmen Commercial Low, Gran Max series menjadi favorit bisnis, dengan total penjualan 61.871 unit. Memimpin dengan pangsa pasar 65%!
Rinciannya, Gran Max Pick Up membukukan 43.199 unit (pangsa pasar sekitar 58% segmen Pick Up Low), serta Gran Max Mini Bus 18.672 unit (pangsa pasar sekitar 92% segmen Semi Commercial).
Layanan Purnajual
Capaian positif ini berkat dukungan layanan purnajual luas, didukung lebih 260 outlet, 170 bengkel resmi, 320 armada DMS (Daihatsu Mobile Service), dan 3.320 part shop di seluruh Indonesia. Ini komitmen Daihatsu memberikan solusi mobilitas berkelanjutan bagi seluruh pelanggan.
Selama 2025, Daihatsu juga mencatat capaian produksi lebih 381 ribu unit. Volume ini capaian produksi mobil untuk grup Daihatsu dan model kolaborasinya. Selain sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di Indonesia, ADM juga menjadi basis produksi dan komponen dalam memenuhi permintaan untuk pasar domestik dan global.
ADM mengekspor beberapa model kendaraan kolaborasi yang diterima baik pasar otomotif global di lebih 60 negara di dunia, meliputi negara-negara di ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.
Untuk kinerja ekspor, Daihatsu berhasil mengekspor kendaraan utuh (CBU) lebih 124 ribu unit, naik 13% dibandingkan 2024. Ada tiga negara tujuan ekspor terbesar Daihatsu, yakni Filipina (34,8%), Jepang (9,7%), dan Meksiko (8,6%).
“Capaian ekspor ini mencerminkan kepercayaan pasar global terhadap kualitas produksi Daihatsu di Indonesia. Kami berkomitmen terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas manufaktur dan penguatan supply chain lokal agar berkontribusi positif bagi pertumbuhan industri otomotif nasional,” pungkas Sri Agung.



