COO Hyundai Frans Soerjopranoto Jadi Doktor ke-350 FEB UI

COO Hyundai Indonesia Fransiscus Soerjopranoto raih doktor dari FEB UI.

GETPOST.ID, Depok – Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, meraih gelar doktor ilmu manajemen ke-350 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).

Frans berhak menyandang gelar doktor di depan namanya setelah lulus sidang promosi doktor di kampus FEB UI, Depok, kemarin (12/8).

Read More

Sidang terasa istimewa karena dihadiri keluarga, sahabat, media termasuk Getpost.id, tokoh otomotif nasional seperti Johny Darmawan, mantan Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Lilik Oetomo (Kompas Group), dan beberapa pimpinan dan owner diler otomotif.

COO Hyundai Indonesia lulus dengan hasil sangat memuaskan, setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Regulasi Pemerintah & Distribusi di Kantor Pusat terhadap Penerapan Kepemimpinan Transformasional: Studi Empiris tentang Penerapan Inovasi Radikal pada Diler Otomotif di Indonesia.

Disertasinya dibimbing oleh Prof Rofiqoh Rokhim, PhD.

Frans bersama para dosen pembimbing dan penguji di FEB UI.

Menurut pimpinan sidang doktor, Fransiscus Soerjopranoto merupakan doktor ke-350 bidang ilmu manajamen yang dilahirkan dari kampus FEB UI. Jumlah tersebut didapat dalam jangka waktu yang cukup lama 32 tahun, alias tidak mudah FEB UI melahirkan seorang doktor.

“Setiap tahun kami hanya meluluskan sekitar 10 doktor, jumlah yang tidak banyak. Jadi selamat buat Pak Frans yang berhasil lulus sebagai doktor ke-350 dari FEB UI,” kata pimpinan sidang.

Setelah menerima ucapan selamat dari para pengujinya, Frans mengaku terharu dan bangga bisa menjadi doktor dari FEB UI. Dia juga mempersembahkan doktornya untuk ibunya yang baru wafat akhir Juli lalu.

“Ibu saya pernah bercerita ingin sekolah dokter di UI, tapi gagal karena ada demo pada masanya. Waktu itu, saya katakan boleh dong anaknya sekolah doktor di UI,” ujar Frans sambil terharu mengenang momen tersebut.

Selamat Doktor Frans! Semoga studinya bermanfaat bagi industri otomotif Indonesia.

Related posts