GETPOST.ID, JAKARTA – PT Federal International Finance (FIF), anak usaha PT Astra International Tbk, mencatat laba bersih Rp 4,1 triliun pada 2023. Tumbuh 29,4% secara tahunan dengan laba bersih Rp 3,2 triliun.
Presiden Direktur FIF Margono Tanuwijaya mengatakan pencapaian ini berkat dukungan positif dari seluruh pemangku kepentingan termasuk konsumen, karyawan, lembaga pemerintah, pengawas, masyarakat, media, dan lembaga lainnya.
“Pencapaian tersebut merupakan bentuk dedikasi dan komitmen perusahaan dalam mewujudkan visinya, yaitu menjadi Pemimpin Industri yang Dikagumi secara Nasional. Keberhasilan ini tentu dapat diraih dengan semangat kolaborasi dan ketekunan seluruh karyawan perusahaan, serta berkat dukungan dari para pemangku kepentingan untuk FIF dalam mewujudkan visi tersebut,” ujarnya.
Pencapaian ini tercermin dari pertumbuhan nilai penyaluran pembiayaan tahun lalu sebesar Rp 42,3 triliun. Naik sebesar 20,7% secara tahunan. Begitu pun jumlah unit kendaraan yang dibiayai, mencapai 3,2 juta unit (naik 15%).
Pertumbuhan juga dapat dilihat dari jumlah Net Service Asset (NSA) yang dikelola FIF, juga tumnbuh 11,6% menjadi Rp 40,3 triliun.
Sementara Non-Performing Finance (NPF) tahun lalu, cukup sehat; 0,98%. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai NPF tersebut menempatkan FIF dalam klasifikasi sebagai perusahaan pembiayaan sangat sehat.

Kinerja 5 brand services FIF
Layanan FIFASTRA, yang menyediakan layanan pembiayaan sepeda motor Honda, mencatat pertumbuhan nilai pembiayaan 26,0% secara tahunan menjadi Rp 26,9 triliun.
FIFASTRA menyalurkan pembiayaan pada 1,6 juta unit pada tahun lalu. Naik 28,3% secara tahunan.
Kedua, DANASTRA. Nilai penyaluran pembiayaannya tumbuh 7,9% menjadi Rp 13,4 triliun.
Ketiga, FINATRA, yang menyediakan layanan pembiayaan mikroproduktif untuk pelaku UMKM, mencatat nilai penyaluran pembiayaan Rp 1 triliun, naik 239% secara tahunan.
Keempat, pembiayaan syariah, AMITRA, mencatatkan kenaikan 89,1% menjadi Rp 503 miliar. Secara jumlah unit booking, AMITRA juga mencatat pertumbuhan sebesar 54,9% , yakni 21 ribu unit.
Terakhir, SPEKTRA (pembiayaan multiproduk), justru mencatat penurunan nilai penyaluran pembiayaan sebesar 35,9% secara tahunan menjadi Rp 451 miliar. Jumlah unit yang didanai juga turun 18% menjadi 93 ribu unit.



