GETPOST.ID, Osaka – Mata dunia sedang menatap Osaka, Jepang. Sejak April hingga Oktober tahun ini, berdurasi 6 bulan, kota terbesar kedua di Jepang ini menjadi tuan rumah World Expo 2025 alias Osaka Expo. Ini pameran terbesar di dunia yang diikuti 158 negara termasuk Indonesia.
Penyelenggara Osaka Expo 2025 menyebutkan, total pengunjung Osaka Expo per 30 Juni sejak 13 April tahun ini tembus 10 juta orang!
Paviliun beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Italia, Spanyol, Uzbekistan, dan Indonesia merupakan favorit pengunjung.
Osaka Expo berlangsung di pulau buatan bernama Yumeshima, Teluk Osaka. Dari Namba ke lokasi Expo memerlukan waktu sekitar 40 menit dengan kereta (subway).
Salah satu pusat kota di Osaka yang ramai dikunjungi turis mancanegara adalah kawasan Dotonbori, Namba.
Di Dotonbori, Glico Sign menjadi lokasi favorit turis untuk mengambil foto sambil menikmati wisata kuliner dan gemerlap malam. Jembatan Ebisubashi yang membelah kanal menjadi panggung bagi turis yang ingin mengabadikan Glico Sign, ikon Osaka.
Sangat Dekat dari Glico Sign
Penulis yang mewakili Getpost.id berkali-kali ke lokasi Glico Sign di pekan kedua Juni lalu. Lokasi ini tidak pernah menemukan sepi. Jembatan Ebisubashi yang terdekat dari Glico Sign sejak sore hingga malam hari selalu padat oleh para turis, yang mengambil foto dengan latar Glico Sign. Membuat kenangan indah selama trip ke Osaka.
Hanya pagi hari sekitar jam 7, jembatan itu sepi dari lautan orang. Saya pun merasa istimewa saat sendirian di bawah Glico Sign pagi itu (13/6/2025).
Setelah puas berfoto dan video ria dengan Glico Sign, saatnya para turis mencari toko suvenir khas Osaka.
Nah, saya menemukan toko oleh-oleh yang sangat lengkap di Osaka. Lokasinya pun tidak jauh dari Glico Sign. Berada di seberang jalan raya, hanya 2 menit jalan kaki dari Glico Sign.
Nama toko terkenal itu: Don Quijote Dotonbori Midosuji.
Saking lengkapnya, Don Quijote punya 7 lantai yang menjual beragam jenis suvenir khas Osaka dan Jepang. Misalnya lantai 1 barang-barang umum seperti produk kosmetik, snack, dan beberapa produk khas Jepang seperti baju kimono dan sendal bakiak.
Lantai dua khusus produk perawatan/kosmetik. Lantai tiga dan seterusnya punya tema produk masing-masing.
Yang istimewa lantai 6, karena menjual produk asing alias non-Jepang. Brand-brand asal Amerika, luxury brands, dapat dibeli di sini.
Bagi turis asing seperti saya, Don Quijote Dotonbori Midosuji bagai surga belanja. Semua ada di sini. Sebut saja jam tangan, kaos, produk kosmetik, produk mewah, magnetik, snack, coklat, dan sebagainya.
Menariknya, toko ini menyediakan kasir khusus turis asing untuk mendapat fasilitas free tax alias bebas pajak. Kasir ini berada di lantai 7. Lumayan bebas pajak loh!
Saya dua kali ke sini, bahkan di hari kedua saat hampir tengah malam, toko masih dipenuhi pengunjung.
Petugas juga ramah mengarahkan saat ada kasir yang kosong.
Pertama-tama kasir akan menanyakan paspor kita. Setelah men-scan semua belanjaan, ada dua opsi pembayaran: tunai (cash) atau kartu (kredit atau debit). Sebelum membayar, kasih menunjukkan nilai transaksi setelah free tax. Setelah selesai membayar, barang-barang dimasukkaan ke plastik transparan yang sudah disegel.
“Jangan sampai ada barang tertinggal di kasir seperti paspor,” ujar petugas kepada setiap pengunjung yang selesai bertransaksi.
Mayoritas petugas termasuk kasir asal Asia Selatan, seperti India, Bangladesh, Pakistan, dan lain-lain.
Bahkan kasir saya menyapa “Assalamualaikum”, ketika membaca nama lengkap di paspor. Dia mengaku asal Bangladesh, ketika saya bertanya balik asal negaranya.
Untunglah, hotel saya sangat dekat dari toko ini. Jalan kaki kurang dari 3 menit sudah sampai.
Indahnya Osaka, surganya toko Don Quijote Dotonbori!
Liputan ini didukung Astra International, Toyota-Astra Motor, Sharp, Indosat, Biznet, Telkomsel, dan JNE.



