GETPOST.ID, Jakarta – Para profesional di industri otomotif sedang diburu perusahaan otomotif baru di Indonesia terutama asal China. Bursa transfer di kalangan C-level, setingkat direktur, pun memanas.
Aksi ‘bajak-membajak’ untuk posisi C-level tak bisa dihindari. Di platform kalangan profesional LinkedIn banyak posting-an hiring. Seperti BYD Indonesia yang banyak mencari profesional di bidang sales/penjualan. Ada juga perusahaan baru, PT Jetour Motor Indonesia, yang mencari direktur penjualan.
Namun, kejutan justru datang dari VinFast, jenama asal Vietnam, pendatang baru di pasar otomotif Indonesia.
Sumber getpost.id membisikkan, Astrid Ariani Wijaya akan menjadi Direktur Marketing PT VinFast Indonesia mulai April 2024.
Saat ini Astrid adalah General Manager Department Marketing PT Hyundai Motors Indonesia sejak Maret 2020.
Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer Hyundai Indonesia, membenarkan kabar tersebut.
“Astrid masih bekerja di Hyundai hingga 25 Maret nanti,” ungkap Fransiscus pada getpost.id saat buka puasa bersama di Jakarta, Rabu petang (20/3).
Ya, VinFast tampak agresif mencari dewan direksi di Indonesia. Sebelumnya ‘bursa transfer’ ramai dengan kepindahan Harry Kamora ke sana pada bulan lalu. Padahal Januari 2024, Harry masih menjabat Vice President PT Chery Sales Indonesia. Di VinFast Indonesia, Harkam, begitu dia disapa, menjabat Deputy CEO PT VinFast Indonesia bidang sales dan marketing.
Menariknya, buruan VinFast tidak hanya Astrid dan Harkam. Seolah tak puas, pabrikan mobil listrik ini juga mengincar seorang profesional lain.
Sayangnya, sang calon juga baru memimpin perusahaan otomotif anyar asal China. Jadi tawarannya pasti ditolak.
Surachman Nugroho, Direktur Sales dan Network PT VinFast Indonesia, menjelaskan rekrutmen C-level dan senior manager dilakukan langsung oleh kantor pusat VinFast di Hai Phong, Vietnam.
Surachman adalah orang Indonesia pertama yang direktut kantor pusat VinFast. Pengalamannya panjang di industri otomotif Indonesia bersama merek Daihatsu, Wuling, dan Chery.
“Saya orang lokal pertama di VinFast Indonesia. Bergabung Agustus 2023, sendirian. Mobil pun belum datang. Saya mulai dari nol,” ungkapnya pada getpost.id.
Menurutnya, VinFast punya standar ketat rekrutmen C-level. Namun, jenama baru ini memang banyak merekrut ekspatriat. Dia mencontohkan, banyak posisi di Vinfast global diisi orang asing asal Inggris, Qatar, Uni Emirat Arab, dan sebagainya.
“Mereka menyaring sangat ketat dengan standar bintang lima seperti visi produk otomotifnya,” ujarnya.
Untuk mendapat profesional standar bintang lima ini, lanjut dia, banyak perusahaan menawarkan jabatan lebih tinggi dan benefit lebih baik dari sebelumnya. Ini hal umum di dunia kerja.
Surachman menolak strategi agresif VinFast merekrut C-level sebagai aksi bajak-membajak.
“Bukan praktik membajak sih, tapi kami memang meminta referensi. Industri otomotif Indonesia kan small world, antar profesional tahu reputasi masing-masing,” ungkapnya.
Namun, dia tidak memungkiri kehadiran perusahaan otomotif baru membuat bursa transfer profesional meningkat suhunya.
Ya, dua tahun terakhir, merek-merek otomotif baru terutama asal China menyerbu pasar otomotif Indonesia. Dipelopori Wuling dan DFSK pada 2017, konsumen Tanah Air dibuat pelongo dengan merek anyar seperti Chery, MG, Neta, Great Wall Motors (GWM), dan BYD.
GWM Indonesia
Selain VinFast, PT Inchcape Indomobil Energi Baru atau Great Wall Motors (GWM) Indonesia memulai gebrakannya. Ini perusahaan patungan antara Inchcape (Inggris) dan Indomobil Group.
Saat mengumumkan operasionalnya di Tanah Air akhir Februari lalu, GWM Indonesia memperkenalkan susunan direksi secara lengkap.
GWM Indonesia dipimpin Constantinus Herlijoso, mantan orang nomor satu di Peugeot Indonesia dan pernah bekerja di Eurokars (Mazda) dan Hyundai.
Herlijoso ditemani beberapa wajah baru, tapi stok lama di industri otomotif RI.
Mereka adalah Hari Arifianto sebagai Direktur Marketing, Rendi Radito (Sales & Network Director), dan Putra Samiaji (Aftersales and Customer Service Director).
Hari merintis karir dari Toyota, kemudian pindah ke Ford dan terakhir di Mercedes-Benz Distribution Indonesia. Rendi sebelumnya adalah Direktur Sales Chery Motor Indonesia dan Sales and Network Director MG Motor Indonesia.
Sementara Putra Samiaji adalah orang nomor satu layanan purnajual di PT Hyundai Motors Indonesia.
Herlijoso menjelaskan strategi rekrutmen Inchcape yang memiliki GWM Indonesia.
“Inchcape selalu mengacu pada kompetensi. Sebagai global distributor produk otomotif, Inchcape menyerahkan operasional GWM Indonesia kepada profesional. Biasanya posisi kunci memang dipegang sendiri oleh orang pemilik merek, jika itu direct invesment. Sisanya diisi profesional lokal,” jelasnya.
Menurut Joso, bursa transfer ini sengit akibat kebutuhan perusahaan baru. Sebab merek baru ingin cepat terbang sehingga cukup aktif mencari profesional terbaik.
“Karena permintaan ada, sementara yang punya jam terbang dan pengalaman terbatas, jadilah seperti sekarang,” ujar Herlijoso yang menegaskan tiada kode etik untuk rekrutmen C-level berdasarkan pengalaman pribadinya.
Putra Samiaji menampik dirinya ‘dibajak’ GWM Indonesia. Pria gemoy ini pernah bekerja di Ford, GM, dan Hyundai.
“Dari pengalaman tersebut, saya baru sadari, ternyata saya selalu masuk ke perusahaan-perusahaan itu dari awal, nol. Misalnya di Ford Indonesia pada 2002 dan GM saat mengembangkan Low MPV Chevrolet Spin, serta Hyundai Indonesia pada 2020,” ujarnya.
Menurutnya, bergabung saat perusahaan baru dibentuk, lebih menantang sebagai profesional. Seperti tantangan menyiapkan tim atau orang, strategi, dan aktivitasnya.
“Meski banyak tantangan, secara subtansinya kan sama (produk otomotif). Yang bikin beda hanya situasi, kondisi pasar, kondisi perusahaan, dan sebagainya,” ungkapnya.
Putra menjanjikan tidak membawa gerbong (Hyundai) ke GWM Indonesia karena pertimbangan kekeluargaan.
Sedangkan Rendi mengaku pindah ke GWM dari MG merupakan hal wajar. Sebab brand baru makin banyak ke Indonesia, sementara kalangan profesionalnya itu-itu saja.
“Kami tidak juga digaji lebih mahal di merek baru. Mereka mencari expertise,” tegasnya.
Aksi Bajak-Membajak Lumrah
Fithri Rosalia, seorang talent acquisition expert, menjelaskan bagi perusahaan yang benar-benar baru di Indonesia, alias mereknya belum dikenal, biasanya dan pasti, menawarkan gaji besar dan benefit menarik kepada professional yang diincarnya.
“Itu cara paling efektif buat merekrut talenta termasuk di perusahaan anyar sektor otomotif,” ujarnya.
Berpengalamnan puluhan tahun di bidang HR, Fithri menegaskan praktik bajak-membajak terutama di C-level merupakan praktik umum.
Menurut ahli yang akrab disapa Pithe ini, selain gaji dan benefit bagus, para kandidat direktur biasanya juga mempertimbangkan faktor produk dan teknologi. Bahkan bila ada inovasi atau teknologi baru, para kandidat dari sektor industri sama sangat mempertimbangkan untuk bergabung.
“Bagi profesional yang punya pengalaman panjang di industri sama, misal otomotif, ketemu inovasi baru di industri sama itu membuat mereka terangsang,” jelas Pithe sambil tersenyum.

Neta Indonesia
Maraknya perusahaan otmotif baru China ke Indonesia bawa berkah tersendiri bagi Fajrul Ilhami, Director of Product, Goverment Relations and External Affairs PT Neta Auto Indonesia.
Sebelum ke Neta, Fajrul pernah bekerja di Chery Motor Indonesia, Hyundai, dan Nissan.
Fajrul mengakui perusahaan otomotif baru dari China memberikan angin segar bagi ‘budak korporat; yang ingin naik kelas secara instan.
“Perusahaan China ini menawarkan posisi high level yang menarik bagi kami, profesional industri otomotif. Berdasakan pengalaman pribadi di dua perusahaan China, mereka menawarkan jabatan tinggi berdasarkan pengalaman kerja saja tanpa melihat jejak rekam sang profesional,” ungkapnya.
Dalam pandangannya, perusahaan China sangat agresif dalam operasional sehingga mereka merekrut orang-orang berpengalaman untuk posisi C-level. Apalagi profesional yang punya pengalaman bekerja di perusahaan China juga.
Namun, selain pengalaman, si prinsipal juga merekrut kandidat direktur yang mampu bekerja di banyak bidang alias punya kapabilitas majemuk supaya dapat memimpin beberapa departemen.
“Apalagi perusahaan China yang baru masuk ini, mereka belajar banget dari Wuling dan DFSK. Jadi dari manpower mereka benar-benar fokus untuk memulai bisnis dan beroperasi cepat karena didukung resource berpengalaman tinggi,” jelas Fajrul yang mengaku ketika keluar dari Chery, menerima banyak tawaran dari BYD, Jetour, Xpeng, dan AION.
Mereka sangat tertarik merekrut profesional yang sudah pernah kerja di perusahaan china, pungkas Fajrul.



