GETPOST.ID, Tangerang – Proses mengganti mobil lama dengan mobil baru, kini tidak selalu harus melalui tahapan rumit. Konsumen yang ingin memiliki mobil baru sekaligus melepas kendaraan lamanya dapat memanfaatkan layanan trade-in disediakan Suzuki di GIIAS 2026, ICE-BSD City Tangerang.
Melalui skema ini, konsumen cukup membawa informasi mengenai mobil lama yang dimiliki. Selanjutnya, tim Suzuki akan membantu melakukan penilaian kendaraan hingga menentukan harga mobil trade-in.
Appraiser Suzuki, Prasetyo Kuncoro, mengatakan proses trade-in diawali pengumpulan informasi dasar mengenai mobil bekas milik konsumen.
“Pertama-tama marketing harus memberikan informasi terkait mobil bekasnya, seperti tipe, tahun, warna, kilometer mobil, sampai pajaknya,” ujar Prasetyo saat ditemui di GIIAS 2026, Senin (3/8).
Setelah data tersebut diterima, Suzuki akan memberikan estimasi harga awal. Jika konsumen menyetujui estimasi tersebut, proses dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik kendaraan.
Pengecekan dapat dilakukan di rumah konsumen maupun lokasi yang disepakati bersama.
Batas Usia Mobil
Meski Suzuki menerima mobil dari berbagai merek untuk proses trade-in, terdapat pertimbangan mengenai usia kendaraan.
Menurut Prasetyo, untuk mobil yang memiliki pasar cukup kuat atau fast moving, kendaraan dengan tahun produksi tertentu masih dapat diproses.
“Kalau mobil-mobil yang fast moving, contohnya Suzuki Karimun, tahun 2005 ke atas masih bisa,” kata dia.
Artinya, tahun kendaraan bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Kondisi dan tingkat permintaan terhadap model tersebut juga menjadi bagian dari pertimbangan.
Harga Setelah Mobil Dicek
Lantas, bagaimana Suzuki menentukan harga mobil yang akan trade-in?
Prasetyo menjelaskan, harga final baru dapat ditentukan, setelah kendaraan menjalani pemeriksaan secara langsung.
Setelah pengecekan selesai, tim akan membuat laporan mengenai kondisi mobil dan melaporkannya kepada pihak terkait. Dari proses tersebut kemudian ditentukan harga jual kendaraan.
“Kalau kita sudah cek kondisi mobilnya, nanti kita lakukan reporting, report ke atasan. Setelah itu tinggal menunggu beberapa saat, kita langsung kasih harga ke konsumen,” ujarnya.
Dengan mekanisme tersebut, konsumen tidak hanya mendapat estimasi berdasarkan informasi awal, tapi juga harga yang disesuaikan dengan kondisi aktual kendaraan.
Mobil Kredit Bisa Trade-in
Menariknya, mobil yang masih dalam masa cicilan atau leasing juga dapat diproses melalui skema trade-in.
Namun, konsumen perlu mengetahui terlebih dahulu besaran kewajiban atau nominal pelunasan yang masih tersisa.
“Kalau masih leasing, kita bisa proses. Syaratnya konsumen harus tahu nominal pelunasannya berapa,” kata Prasetyo.
Setelah itu, Suzuki bersama konsumen dapat melakukan proses pelunasan ke perusahaan leasing. Setelah kewajiban tersebut diselesaikan, proses selanjutnya menunggu pengambilan dokumen kendaraan termasuk BPKB.
Skema ini membuat konsumen tidak harus menjual mobil lama secara terpisah sebelum membeli mobil baru.
Menurut Prasetyo, layanan trade-in cukup membantu konsumen karena proses jual mobil lama dan pembelian mobil baru dapat dilakukan dalam satu rangkaian.
Konsumen juga tidak perlu repot mencari calon pembeli lain untuk kendaraan lama.
“Jadi masyarakat terbantu, karena tidak pusing lagi dan tidak bolak-balik menjual mobil lama ke tempat lain. Di Suzuki ada, jadi satu pintu saja. Prosesnya juga cepat dan transparan,” ujarnya.
Fronx, XL7, dan Ertiga Pilihan
Sementara itu, untuk kendaraan baru Suzuki yang paling banyak diminati melalui skema trade-in, terdapat beberapa model yang cukup menonjol.
Prasetyo menyebut Suzuki Fronx, XL7, dan Ertiga sebagai tiga model yang cukup banyak dipilih konsumen.
Dengan layanan trade-in, konsumen yang ingin melakukan up-grade kendaraan kini memiliki alternatif lebih praktis. Mobil lama dinilai, harga ditentukan, kemudian proses kepemilikan mobil baru dapat dilanjutkan dalam satu jaringan layanan Suzuki.
Bagi konsumen, kemudahan ini yang menjadi salah satu daya tarik utama trade-in, terutama bagi mereka yang ingin mengganti mobil tanpa harus repot menjual kendaraan lama secara mandiri.
Reporter: Helmi



