Berkunjung ke Sumatera Utara, Doni Monardo dapat Ilmu Baru Soal Menanam Mangrove

Doni Monardo

GETPOST.ID, Belawan– Tak sia-sia Doni Monardo berkunjung ke hutan mangrove di Belawan, Sumatera Utara. Komisaris Utama PT Mind ID itu mendapatkan ilmu baru bagaimana menanam mangrove tanpa polybag.

Saat kunjungan ke Sumetara Utara, Selasa 7 Juni 2022, agenda pertama Doni Monardo adalah mengunjungi penggiat lingkungan, Effendy Wong (66) yang sudah menunggu di markas Polairud Belawan. Dengan tiga speed boat, rombongan Doni Monardo menuju hutan mangrove buah tangan dan ketekunan Effendy yang sudah dilakukannya selama 12 tahun.

Read More

“Saya mulai menanam mangrove tahun 2010. Saat ini sudah tertanam dan tumbuh sekitar 400.000 pohon di lahan kehutanan seluas sekitar 20 hektar,” kata pria berambut putih itu.

Baca:
Sosok Achmad Yurianto di Mata Doni Monardo, Pahlawan dalam Melawan Pandemi
– Aktivitas Produktif Doni Monardo, Budidaya Udang Vename
– Hari Bumi, Doni Monardo Menanam Vetiver di Universitas Indonesia

Doni yang datang bersama Dani Amrul Ichdan, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Mind ID, beserta sejumlah staf. rela melintasi jalan berlumpur dan di antara rimbunyya hutan mangrove. Ini kesekian kalinya bagi Kepala BNPB 2019-2021 itu menanam mangrove.

“Sudah lama saya ingin didatangi Pak Doni. Saya ingin menunjukkan hutan mangrove yang saya kelola. Dan yang terpenting ingin menunjukkan cara menanam mangrove yang lain dari yang lain,” kata Effendy.

Doni mengaku banyak mendapatkan pengetahuan baru mengenai mangrove yang selama ini digelutinya. “Hari ini saya mendapatkan ilmu baru. Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Effendy. Ilmu baru menanam mangrove yang beliau ajarkan kepada saya, sungguh luar biasa. Bahwa menanam mangrove tidak perlu menggunakan polybag atau melalui penyemaian bibit. Ternyata, menanam mangrove bisa langsung dari biji atau buahnya,” kata Doni sumringah.

Buah mangrove, seperti diketahui, bentuknya menyerupai tongkat. Hijau warnanya. Panjang biji mangrove yang siap tanam antara 25 – 35 cm. “Pilih buah mangrove yang di pangkalnya sudah keluar ring berwarna coklat. Jika sudah keluar ring, itu artinya siap tanam, dan hasilnyha 99 persen tumbuh,” kata Effendy.

Sebelum meninggalkan lokasi hutan mangrove, Doni bersama Dani Amrul, Irjen Pol Purn Martuani Sormin Siregar (Komisaris PT Mind ID), Herianto (Kadishut Sumut), menanam mangrove di lokasi yang telah disiapkan. Doni mengambil lima buah mangrove siap tanam. “Saya menanam lima. Pancasila,” kata Doni bersemangat.

Usai menanam, Doni pun memekikkan yel-yel khasnya, “Kita Jaga Alam….”, dan hadirin serentak menyahut “Alam Jaga Kita”. Doni pun mengulang yel-yel itu sebanyak lima kali.

Alia

Related posts