GETPOST.ID, Jakarta – Prof Dailami Firdaus mengomentari polemik kegiatan ekstrakuliker pramuka yang tidak lagi wajib diikuti para siswa sekolah. Dasarnya adalah Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) No 12/2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Permen baru ini mencabut Permendikbud No 63/2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler (ekskul) Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Prof Dailami menilai pendidikan kepramukaan penting untuk membentuk karakter siswa didik. Sebab, pramuka memiliki esensi pendidikan karakter yang melibatkan aspek-aspek mental, fisik, dan sosial. Serta melalui kegiatan pramuka, para siswa juga belajar tentang nilai-nilai moral, disiplin, kerja sama, tanggung jawab, hingga kepemimpinan.
“Jadi saya tidak sepakat dengan pencabutan tersebut,” ujar Bang Dailami, sapaan akrab Prof Dailami Firdaus, yang juga Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA).
Pramuka Pendidikan Karakter
Menurut Bang Dailami yang juga anggota DPD RI asal Provinsi DKI Jakarta, pendidikan karakter tersebut sangat penting saat ini, ditambah lagi dengan banyak kasus kekerasan remaja (bullying) dan tawuran.
“Selain itu, pramuka bukan sekadar ekskul saja. Pramuka ini memiliki nilai sejarah panjang dalam proses terbentuknya. Jadi jangan sembarangan mencabut saja,, tanpa ada kejelasan dasar dari kebijakan tersebut,” tegasnya.
Bila hanya didasari untuk memberi kebebasan agar siswa-siswi memilih ekskul sesuai minat dan bakat, lanjut dia, ini suatu kekeliruan dalam berpikirnya. Karena tidak perlu harus mencabut peraturan pramuka sebagai eskul wajib.
Jangan selalu kata “kebebasan” menjadi dasar suatu kebijakan. Justru seharusnya kementerian terkait dapat memberikan perluasan kegiatan-kegiatan dalam kepramukaan. Tujuannya, agar lebih diminati oleh para siswa, dengan tujuan mewujudkan generasi yang tangguh, berbudi luhur mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air, pungkas Bang Dailami.



