APJATEL dan International Fiber Alliance Akan Realisasikan Jaringan Open Access Fiber di Indonesia

GETPOST.ID, Jakarta — Asosiasi Penyedia Jaringan Telekomunikasi Indonesia (APJATEL) meneken Nota Kesepahaman (MoU) dengan International Fiber Alliance (IFA) di Jakarta, kemarin (11/12). Kerja sama strategis ini menandai langkah besar percepatan pembangunan jaringan Open Access Fiber di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan Ketua Umum APJATEL Jerry Mangasas Swandy dan Chief Commercial Officer IFA Richard Watts. Kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi industri telekomunikasi nasional, terutama untuk memperluas akses internet cepat yang kompetitif, efisien, dan terjangkau.

Read More

 

Melalui Model Open Access

Model open access, yang memisahkan kepemilikan infrastruktur dan penyediaan layanan, dianggap solusi efektif untuk meningkatkan kompetisi dan efisiensi pasar telekomunikasi.

Melalui MoU ini, APJATEL dan IFA akan berfokus pada empat agenda utama:

1. Integrasi platform Open Access melalui sistem Fiber Operating Services RevOps milik IFA yang telah melayani lebih dari 1 juta pelanggan di berbagai negara.

2. Dukungan operasional dan teknis melalui layanan fully managed, partially managed, hingga software-only.

3. Peningkatan keandalan jaringan lewat monitoring 24/7 dan fasilitas Network Operations Center (NOC).

4. Pengembangan model bisnis baru yang membuka peluang wholesale dan retail lebih luas bagi pemilik jaringan.

Ketua Umum APJATEL Jerry Mangasas Swandy mengatakan, kerja sama ini momentum strategis bagi percepatan digitalisasi Indonesia.

“Dengan pengalaman 25 tahun IFA di bidang open access dan platform FOS RevOps yang terbukti, kami yakin dapat memperkuat fondasi fiber nasional yang lebih terbuka dan efisien,” ujar Jerry.

Sementara, CCO IFA Richard Watts menambahkab, jaringan akses terbuka terbukti menjadi akselerator ekonomi di berbagai negara.

“Kami telah melihat manfaat open access di Eropa, Afrika, dan Amerika Serikat. Model ini meningkatkan persaingan, memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur, dan menciptakan ekosistem digital lebih inklusif,” katanya.

IFA dikenal sebagai pionir open access fiber di pasar global, termasuk Swedia, Inggris, dan Timur Tengah.

Wakil Ketua Umum I APJATEL M Tri Prasetya menambahkan, kolaborasi ini diharapkan mempercepat penetrasi fiber optic nasional.

“Ini akan menjadi katalis bagi terwujudnya Indonesia Digital yang lebih merata dan berdaya saing global,” ujarnya.

Related posts