GETPOST.ID, Jakarta- Anak-anak dan remaja membutuhkan kesehatan mental yang baik untuk berkembang dengan cara yang sehat, membangun hubungan sosial yang kuat, beradaptasi dengan perubahan, dan menghadapi tantangan hidup.
Psikolog Irma Gustiana Andriani (Founder Ruang Tumbuh) di acara parenting talkshow bertajuk “Darurat Kesehatan Mental Remaja, Mengapa Kian Rentan?” yang digelar oleh Farah.id pada Kamis, 29 September 2022 di Hotel Sofyan Menteng, Jakarta Pusat, membeberkan beberapa hal penyabab seorang anak mengalami mental break down.
– Faktor Biologis. Genetik dari ayah, ibu atau nenek atau yang satu garis keturunan yang dulunya pernah mengalami depresi, bipolar atau OCD atau masalah kesehatan mental lainnya.

–Lingkungan sosial. Bagaimana pola pengasuhannya dan seperti apa komunikasinya dengan orang tua.
– Psikologis seseorang tiap orang berbeda. Daya tahan dan pengelolaan diri tiap anak berbeda, dan anak-anak harus belajar bagaimana strategi dalam mengelola stres.
Baca Juga:
– Rentan Tertular Covid-19, Peran Vitamin D untuk Penderita Autoimun
“Banyak orang tua yang gak aware. Ada tiga hal yang dibutuhkan anak dari orangtuanya, yaitu rasa aman, rasa nyaman, serta bagaimana orangtua bisa dipercaya dan mempercayai anak. Dengan begitu, orangtua akan menjadi orang pertama yang dicari anak saat ia ingin bercerita tentang berbagai hal,” kata psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.
Baca:
– Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Ini Strategi Pencegahannya
– Prevalensi Kanker Paru di Indonesia Meningkat, Ada Hubunganya dengan Vape dan Pengobatan dengan Imunoterapi PD-1
Menurut survei WHO tahun 2019 mengungkapkan bahwa teknologi dan media sosial berkontribusi besar untuk anak dan remaja yang mampu mempengaruhi kesehatan mental. Usia perdana seorang anak mengalami kesehatan mental adalah di usia 14 tahun. Menurut Irma itu usia yang perlu diwaspada. “Kalau anak mengeluh mengalami kesehatan mental jangan diabaikan. Kalau nggak ada penanganan bisa kebawa sampai dewasa awal dan justru makin berat,” kata Irma.
“Orang yang sehat mental adalah orang yang menyadari potensi dirinya, mampu mengelola stres harian, produktif, dan berkontribusi (bagi keluarga dan masyarakat),” jelas psikolog yang akrab disapa Mbak Ayank ini.



