GETPOST.ID, Depok– Dalam memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2022, Ketua Umum PPAD yang juga Pembina Yayasan Kita Jaga Alam (KJA), Letjen TNI Purn Doni Monardo, Ketua Iluni 2019 – 2022, Andre Rahadian dan puluhan aktivitas lingkungan yang lain berkumpul di Annex Balaiurang Universitas Indonesia.
“Dalam acara Vetiver Untuk Bumi yang bertepatan Hari Bumi 22 April 2022 di kampus UI ini, kami memberi dukungan 5.000 tanaman vetiver untuk ditanam di sekitar kawasan danau UI,” ujar Egy Massadiah, Ketua KJA yang juga wartawan senior dalam siaran pers, Jumat 22 April 2022.
Doni Monardo mencoba meluruskan persepsi orang mengenai vetiver. Katanya vetiver bukanlah pohon, melainkan sejenis rumput atau alang-alang. Meski begitu, ia sangat efektif menahan tanah akibat longsor, serta menahan air, karena akarnya bisa menghujam ke bumi tiga hingga empat meter.
Baca:
– Hari Bumi, Hati-hati Anak yang Lahir Tahun 2020 Berisiko Krisis Kemiskinan
– Traveling ke Hutan, ini 5 Manfaat untuk Kesejahteraan Manusia

“Menanam vetiver di Hari Bumi menjadi sangat bermakna. Hari ini, kita warga bumi di belahan dunia mana pun harus melakukan kontemplasi, refleksi tentang apa yang telah bumi berikan kepada kita. Utamanya oksigen yang kita hirup sehari-hari,” kata Kepala BNPB 2019 – 2021 itu.
Doni menambahkan, ada miliaran penduduk di muka bumi, semua harus bahu-membahu membuat bumi tetap hijau. Terlebih saat fenomena yang terjadi cukup memprihatinkan. Tutupan es di kutub semakin tipis. Hutan-hutan semakin banyak yang digunduli. Mau-tidak-mau, gerakan menanam pohon, gerakan merawat bumi harus terus-menerus digulirkan. “Narasi merawat bumi harus dilestarikan. Jangan pasrah menerima bencana kekeringan saat kemarau, dan bencana banjir longsor saat musim hujan,” tegasnya.
Iluni sebagai komunitas well-educated, harus berperan lebih aktif dalam membangun narasi pentingnya merawat bumi. “Semakin banyak orang mengerti lingkungan dan peduli, maka itu artinya semakin banyak lingkungan yang menjadi baik, menjamin generasi yang berkualitas,” tambahnya.
Andre Rahadian menyampaikan bahwa di kampus UI ada enam danau atau tepatnya situ, dengan luas bervariasi, mulai dari yang terkecil 22 meter persegi hingga yang terluas 72.000 meter persegi. Danau tersebut merupakan sodetan Sungai Ciliwung. “Danau-danau itu juga berfungsi sebagai daerah resapan air,” ujarnya.
Selain itu, di UI juga ada 90 hektar hutan kota dengan 186 jenis pohon, di luar 10.000 pohon yang pernah ditanam Doni Monardo sewaktu menjabat Wadanjen Kopassus (2011 – 2012). “Jadi, hari ini adalah yang kedua, Iluni atau institusi UI bekerjasama dengan Bapak Doni Monardo. Yang pertama saat beliau menjabat Wadanjen Kopassus, dan kali ini dalam kapasitas sebagai Pembina Yayasan Kita Jaga Alam dan juga Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat,” ujar Andre, alumni FH UI 1991 itu.
Menurut Andre, UI memiliki relawan yang relatif komplet mulai dari fase pencegahan, tanggap darurat, hingga rehab-rekon. Kepada almamaternya, Andre berharap suatu saat UI membuka program S1 Ilmu Lingkungan, melengkapi Sekolah Ilmu Lingkungan UI (S2 dan S3) yang sudah ada saat ini. Andre berdalih, Ilmu Lingkungan ke depan sangat penting, sebab semua program pemerintah maupun swasta, selalu mengedepankan aspek lingkungan.
Hari itu, memperingati Hari Bumi 2022, Iluni UI bekerjasama dengan Yayasan Kita Jaga Alam melakukan aksi nyata penanaman vetiver di enam danau yang ada di lingkungan kampus Universitas Indonesia (UI), Depok.
Aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) adalah seperangkat standar operasional yang merujuk pada tiga kriteria utama dalam mengukur keberlanjutan dan dampak dari sebuah investasi pada suatu perusahaan, yang mulai diterapkan pula di pemerintahan.
“Hari ini, memperingati Hari Bumi, di tengah hujan tidak menghalangi kita menanam vetiver. Setidaknya memberi sedikit sumbangsih bagi generasi mendatang dalam ikut menjaga air. Indonesia sebagai presidency G20 juga berperan dalam menggulirkan program untuk menjaga sumber air,” tambah Andre, yang juga mantan Ketua Relawan Satgas Covid-19.
Di antara para penamam pohon, selain Doni dan Andre, tampak Kepala Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH UI) Ahmad Syafiq, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam BNPB RI Andi Eviana, mantan Sestama dan Deputi BNPB, Dody Ruswandi, Indri L. Juwono Ketua Community Development Center Iluni, dan para undangan lain.
Alia F



