GETPOST.ID, Banten– Setiap minggu keempat bulan April diperingati dengan Pekan Imunisasi Dunia atau World Immunization Week. Indonesia termasuk salah satu dari 180 negara anggota World Health Organization (WHO) yang turut memperingati momen ini dengan terus berupaya mengedukasi masyarakat, mengenai pentingnya vaksinasi untuk membentuk imun masyarakat.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan, meski di tengah tren penurunan cakupan imunisasi dasar untuk anak karena pandemi Covid-19, namun Provinsi Banten berhasil menorehkan prestasi sebagai provinsi dengan cakupan imunisasi dasar untuk anak tertinggi se-Indonesia.
“Alhamdulillah berkat kerja keras semua pihak stake holder imunisasi anak di Banten, tahun 2021 lalu kita meraih peringkat tertinggi se-Indonesia dengan cakupan 94,8 persen,” ujar Andika saat menghadiri seremoni Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2022 tingkat Provinsi Banten yang dhadiri pula oleh Tubagus Arie Rukmantara, Chief of Java Field Office – UNICEF Indonesia di RS Mandaya Royal Puri, Kota Tangerang, Selasa 19 April 2022. Target ini tertinggi dan melampaui target 90 persen untuk wilayah Banten.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pelaksanaan PID 2022 tersebut dilakukan secara serentak pada 16 – 22 April. “Kegiatan yang kita laksanakan hari ini adalah puncak pekan imunisasi di Provinsi Banten,” kata Ati.
Vaksin Ganda
Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 memberi dampak penurunan cakupan imunisasi yang cukup signifikan. Pemberian imunisasi yang terlambat atau tidak lengkap kepada anak menjadi salah satu hambatan dalam upaya meningkatkan kekebalan anak. Imunisasi kejar diperlukan untuk menyusul imunisasi anak yang tertunda.
Menurut Tubagus Arie Rukmantara, Chief of Java Field Office – UNICEF Indonesia bahwa seiring menurunnya kasus Covid-19 ada dua situasi, yakni yang pertama adalah sebanyak 80 persen pelayanan kesehatan di Posyandu atau Puskesmas tidak maksimal sehingga mempengaruhi orang tua untuk memberikan imunisasi bagi anaknya. Lalu yang kedua, dengan situasi yang kini semakin membaik, alangkah baiknya jika orang tua memastikan jadwal vaksinasi anak dengan melihat buku kesehatan anak.

UNICEF Indonesia memastikan semua tempat pelayanan kesehatan sudah disiapkan seluruh vaksin yang dibutuhkan anak, terutama vaksin dasar seperti BCG, Polio dan DPT.
“Vaksin dasar harus dilengkapi untuk bisa mengurangi sakit berat dan kematian. Ini sudah terbukti dari vaksin yang sudah ratusan tahun seperti vaksin rubella dan campak, sehingga bisa menghindari kejadian luar biasa difteri, rubella, tetanus dan lainnya saat ini. Jadi semua makin sehat,” kata Tubagus Arie Rukmantara di RS Mandaya Royal Puri, Kota Tangerang.
Lebih lanjut Tubagus mengatakan untuk meningkatkan cakupan imunisasi yang tertinggal, para ahli sudah merekomendasikan agar anak bisa diberi vaksin kombinasi atau suntikan ganda. Langkah ini pun dinilai tidak berbahaya. Vaksin kombinasi terdiri lebih dari satu antigen dalam satu kemasan, misalnya DPT-HepB-Hib, MR, OPV. Pemberian vaksin ganda sangat aman, efektif dan efisien serta sudah dilakukan oleh negara-negara lain.
” Survei awal tahun 2022 menyatakan bahwa multiple injection memiliki keuntungan untuk melindungi anak-anak secepat mungkin,” kata Tubagus.
Alia F



