GETPOST.ID, Jakarta– Liza Natalia tidak bisa dipisahkan dari parfum. Wangi parfum dijadikan sebagai penanda sebuah kenangan yang melekat di hati dan pikirannya. Liza mengungkapkan bahwa parfum bukan sekadar pelengkap penampilan, satu aroma parfum bisa langsung ‘menarik’ kembali kenangan tertentu, bahkan yang sudah lama tidak terpikirkan.
“Aku suka wangi yang strong, seperti oud yang lebi berat. Ada wangi wood, mix rose yang jenis unisex jadi nggak terlalu maskulin banget,” kata Liza ditemui di peluncuran parfum two dan koleksi terbaru Frances.RTW di Alam Sutera belum lama ini.
Sejak di bangku sekolah SMP, Liza mengaku sudah mengoleksi parfum. Dia menyimpan ratusan parfum di lemari khusus yang aromanya membawa pikirannya ke momen tertentu. Bagi Liza Natalia parfum bukan sekadar wewangian, tapi juga bagian dari pengalaman hidup.
“Misalnya waktu itu aku tinggal di US aku memakai parfum tertentu jika aku mencium wanginya ingatanku ke sana. Ada lagi ketika pandemik covid 19, aku tinggal di Bali selama 10 bulan. Saat itu semua orang di karantina di dalam rumah, tapi di Bali kita bebas menghirup udara bebas, melihat pemandangan sekitarnya, bisa ke laut. Dan itu buat aku jadi best time banget dan terasa peaceful. Ketika aku mencium aroma parfum yang aku pakai waktu di Bali itu ada perasaan tenang. Karena saat itu buat aku golden time banget,” tutur wanita 50 tahun ini yang masih aktif mengajar zumba.
Meski tergila-gila dengan parfum, tapi Liza masih dalam tahap wajar untuk sebuah harga sebotol parfum. Ia mengatakan jika membeli parfum masih di bawah harga Rp10 juta. “Kecuali ada parfum yang aku incer dan susah banget dapatnya, waktu itu aku titip sama temen beli di US belinya saat pandemik. Menurut aku wanginya kurang tahan lama dan di dalam botolnya ada kristalnya,” ujar Liza yang menyukai parfum Tom Ford, Christian Dior dan Bulgari.



