GETPOST.ID, Jakarta – Pelukis maestro Betawi, Sarnadi Adam, menggelar pameran tunggal di Bumi Pakubuwono, Jakarta Selatan. Pameran bertema Betawi ini berlangsung pada 1 April hingga 27 Appril 2026.
Lukisan karya Bang Sarnadi bergaya realisme yang merekam denyut kehidupan, nilai, serta kearifan lokal masyarakat Betawi. Di tengah semangat menjadikan Jakarta sebagai kota global, ini menjadi sebuah pesan kuat tentang pentingnya tradisi Betawi.
Mengusung tema “Dari Betawi untuk Jakarta Kota Global & Berbudaya”, pameran ini menjadi refleksi perjalanan budaya yang tidak lekang oleh modernisasi.
Melalui sapuan kuas khasnya, Sarnadi menghadirkan kembali wajah Betawi, dari keseharian, tradisi, hingga filosofi hidup sebagai fondasi penting dalam membangun identitas Jakarta di kancah global.
Menariknya, pameran dibuka oleh Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Khoirudin pada Selasa (7/4).
Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap karya-karya yang ditampilkan, sekaligus menyoroti kelangkaan seniman lukis dari kalangan Betawi.
“Jarang orang Betawi jadi pelukis. Biasanya masyarakat Betawi dikenal religius dan dekat dengan kegiatan keagamaan. Namun, Bang Sarnadi menghadirkan sesuatu yang berbeda, dan itu luar biasa,” ujar Khoirudin saat sambutannya.
Ia menegaskan, pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak boleh mengabaikan akar budaya lokal. Budaya Betawi harus menjadi fondasi utama dalam memperkuat karakter kota.
“Jakarta yang kita bangun menjadi kota global tidak boleh meninggalkan budaya. Budaya Betawi harus menjadi penguat identitas,” katanya.
Khoirudin juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong percepatan regulasi pemajuan budaya Betawi melalui program legislasi daerah (kepemperda), sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya di tengah arus globalisasi.
Selain itu, ia mengungkapkan rencana untuk memfasilitasi pameran lanjutan di Gedung DPRD DKI untuk HUT kota Jakarta tahun ini, tanpa biaya sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku seni Betawi.
Keindahan Betawi
Sementara, Sarnadi Adam menjelaskan karya-karyanya terinspirasi dari keindahan alam dan kehidupan Betawi tempo dulu yang dinilai penting untuk terus diabadikan.
“Lukisan menjadi media untuk menuangkan berbagai sisi keindahan kehidupan masyarakat Betawi agar tidak dilupakan generasi mendatang,” ujarnya.
Sejumlah karya yang dipamerkan menampilkan obyek-obyek khas Betawi, seperti delman, penari tradisional, bentang alam persawahan, serta ragam corak kebudayaan lainnya. Goresan warna cerah seperti merah, hijau, dan kuning mendominasi lukisan-lukisan tersebut, mencerminkan identitas visual masyarakat Betawi.
Sarnadi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Ketua DPRD DKI Jakarta. “Saya berterima kasih kepada Ketua DPRD DKI yang berkenan hadir membuka pameran tunggal saya.”
Ke depan, lanjut dia, akan menggelar pameran di Gedung DPRD DKI Jakarta pada momen HUT DKI, kemudian pameran internasional di Tokyo, Jepang, pada September 2026.
“Mohon doanya, insya Allah saya akan melaksanakan pameran di Tokyo,” ucapnya.
Pameran yang digelar di Jl Bumi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini diharapkan menjadi jembatan antara warisan lokal dan visi global, sekaligus memperkuat posisi Betawi sebagai ruh Jakarta yang terus berkembang.
Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam pembukaan, antara lain perwakilan manajemen Bumi Pakubuwono, NH Sasongko dan Dolly, Founder Digitalcom Art Gallery Agung Kirasave, perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Sri, serta tokoh-tokoh Betawi seperti KH Ahmad Jaelani, H Muhammad Nuh, H Supli Ali, H Hamzah, H Rozali MZ, H A Sayuti Muhammad, Ustadz Adjma Ibnu Idja, dan H Fatahillah.



