GETPOST.ID, Jakarta– Film Ghost in The Cell karya Joko Anwar fix telah dibeli di 86 negara. Rekor ini mengalahkan film Joko sebelumnya, Pengabdi Setan yang dibeli oleh 42 negara. Kabar gembira ini diumumkan Joko di akun Instagramnya.
Joko mengunggah sebuah video yang mengabarkan jika film Ghost in The Cell telah dibeli oleh 86 negara dan menjelaskan alasan film tersebut dibeli. “Yeaayyyy! Alhamdulillah puji Tuhaannn!” tulis Joko dalam caption.
Film ini akan muncul di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026, ilm ini merupakan produksi dari Come and See Pictures yang bekerja sama dengan RAPI Films, Legacy Pictures, dan Barunson E&A sebagai sales agent global.
Negara mana sajakah yang akan menayangkan Film Ghost in The Cell? ini daftarnya: Singapore, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Cambodia, Laos, Timor-Leste, Vietnam, Philippines, Myanmar, Indonesia, Mongolia, Taiwan, United States, Canada, Germany, Austria, South Tyrol (Alto Adige), Liechtenstein, Switzerland, Armenia, Abkhazia, Azerbaijan, Belarus, Georgia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Moldova, Russia, South Ossetia, Tajikistan, Turkmenistan, Belgium, Luxembourg, Netherlands, Spain, Andorra, Poland, United Kingdom, Ireland, Australia, New Zealand, France, Portugal, Angola, Guinea-Bissau, Cape Verde, Mozambique, São Tomé and Príncipe, Belize, Costa Rica, El Salvador, Guatemala, Honduras, Nicaragua, Panama, Mexico, Argentina, Bolivia, Brazil, Chile, Colombia, Ecuador, Paraguay, Peru, Suriname, Uruguay, Venezuela, Hungary, Czech Republic, Slovakia, Romania, India, Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh, Bhutan, Maldives, Nepal, Afghanistan, Italy, Vatican City, San Marino, Capodistria, Malta dan Monaco.
Sebelum menyapu pasar global, Ghost in The Cell lebih dulu mencuri perhatian di Berlinale 2026. Dari sini, mulai banyak distributor internasional yang melirik film ini.
Bahkan, sebelum world premiere, distributor asal Jerman, Plaion Pictures sudah lebih dulu mengamankan hak tayangnya. Kerja sama ini membuat film Ghost in The Cell juga akan tayang di negara-negara berbahasa Jerman seperti Jerman, Austria, dan Swiss.
Menariknya lagi, Plaion Pictures bukan distributor sembarangan. Mereka pernah menangani film-film besar seperti Anatomy of a Fall, The Whale, hingga Parasite.
Film ini melibatkan banyak aktor dengan akting kelas A, yang karakter mereka menjadi berubah drastis di film ini. Ada Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Morgan Oey, Rio Dewanto, Tora Sudiro dan Aming.
Sinopsis:
Setelah kedatangan seorang narapidana baru, suasana penjara menjadi mencekam. Sosok hantu pembunuh mengincar para tahanan, membuat mereka terjebak dalam situasi hidup-mati yang absurd. Narapidana yang ditindas dan hidup dalam konflik antargeng, satu per satu tewas misterius oleh sosok hantu yang memburu aura negatif, memaksa mereka bersatu melawan penindasan korup di dalam lapas.



