GETPOST.ID, Sleman– Restoran Sajian Kembang Turi menjadi sorotan karena lokasinya berada di lereng gunung merapi serta diapit oleh sawah dan perkampungan dengan pemandangan yang bikin adem. Terletak di Donoasih, Donokerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55531, restoran ini dicari lantaran menyajikan suasana yang nyaman dan jauh dari kebisingan kota.
“Lokasi kami memang tidak strategis secara lalu lintas, jadi orang ke sini bukan hanya sekedar makan, tapi fasilitas yang dicari oleh keluarga dan komunitas. Ada sungai kecil yang bisa dibuat bermain anak-anak lalu basah-basahan, tempat yang sejuk. Banyak sekali orang yang makan ke sini bisa betah seharian,” kata Joko salah satu pemilik Resto Sajian Kembang Turi ditemui Getpost.id beberapa waktu lalu di restonya.
Restoran ini memang menawarkan pengalaman bersantap yang berbeda dengan mengusung konsep alam terbuka. Pengunjung dapat menikmati hidangan di tengah hamparan persawahan hijau dengan latar panorama Gunung Merapi yang menambah suasana asri dan sejuk.
Tidak hanya mengandalkan suasana, restoran ini juga mengangkat kekayaan kuliner tradisional Jawa. Salah satu menu andalan yang menjadi daya tarik adalah olahan kembang turi, yang diolah menjadi berbagai hidangan seperti tumisan hingga sayur khas rumahan. Menu ini dinilai unik karena bahan tersebut kini tergolong langka di restoran modern.
“Soal nama saya sesuaikan dengan lokasinya. Di sini kecamatan Turi sleman ini dulunya terkenal dengan buah salak pondohnya era tahun 90-an sampai tahun 2000-an. Selain itu sudah sedikit orang yang memasak kembang turi ini menjadi olahan masakan,” kata Joko lagi.
Menariknya, sebanyak 80 persen resto ini mengambil bahan masakan dari pertanian resto ini sendiri serta dari petani sekitar. Sehingga tetap menjaga kesegaran sekaligus mendukung perekonomian masyarakat sekitar . Tempat ini memang bukan sekadar tempat bersantap, tetapi juga bagian dari pengembangan kawasan pertanian agribisnis di Sleman utara.
“Awalnya, kami fokus mengembangkan pertanian agribisnis. Kemudian, rumah makan ini dibangun sebagai fasilitas tambahan untuk menarik minat generasi muda terhadap dunia pertanian. Akhirnya kami kembangkan menjadi resto,” kata Joko sambil mengatakan jika sang kepemilikan berjumlah 4 orang dengan latarbelakang pendidikan berbeda dan uniknya tidak ada satupun yang memiliki latarbelakang pertanian.
Sajian Kembang Turi dilengkapi berbagai fasilitas edukatif, seperti greenhouse untuk pelatihan pertanian modern, kolam perikanan untuk budidaya ikan, serta area persawahan dan kebun buah untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung. Pengunjung juga bisa menikmati desa sekitar resto dengan menggunakan kereta sapi dengan hanya membayar Rp75 ribu serta membeli buah melon langsung dari pohonya. Dalam upayanya memajukan sektor pertanian, Sajian Kembang Turi tidak berjalan sendiri.
Mereka menjalin kemitraan dengan para petani setempat dan mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Kembang Turi. P4S ini menjadi tempat pelatihan dan pengembangan bagi pelaku agribisnis, dengan narasumber yang merupakan petani berpengalaman di bidang hortikultura.



