GETPOST.ID, Jakarta – Forum Jurnalis Betawi (FJB) menghelat acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim, sekaligus diskusi mengenai program penulisan 500 Cerita Kampung Betawi, yang akan dipersembahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada peringatan 5 abad Kota Jakarta di Juni 2027.
Kegiatan yang dihadiri para jurnalis Betawi, tokoh masyarakat Betawi, dan pemerhati budaya tersebut berlangsung di Saung Roesdiah, Jalan Kemandoran VI, Rawa Belong, Jakarta Selatan, Jumat (13/3).
Ketua FJB M Syakur Usman mengatakan program 500 Cerita Betawi dan Jakarta digagas sebagai bentuk kontribusi masyarakat Betawi dalam menyambut momentum lima abad Kota Jakarta yang akan diperingati pada Juni 2027.
Maka itu, masyarakat Betawi tidak ingin hanya menjadi penonton dalam perayaan bersejarah tersebut, melainkan turut berperan aktif melalui karya tulis yang merekam perjalanan dan dinamika kehidupan kampung-kampung Betawi.
“Program 500 Cerita Betawi dan Jakarta digagas sebagai ikhtiar anak-anak Betawi untuk berkontribusi dalam perayaan 5 abad Kota Jakarta. Anak Betawi tidak ingin hanya menjadi penonton,” ujar Syakur dalam sambutannya.
Ia mendorong masyarakat Betawi untuk menuliskan kisah tentang kampung halamannya masing-masing, termasuk pengalaman pribadi menyaksikan perubahan lingkungan yang terus berkembang seiring dinamika pembangunan Jakarta.
“Sudah saatnya anak-anak Betawi menulis soal kampung-kampungnya sendiri. Menulis pengalaman di kampung yang berubah, bertumbuh, dan berkembang seiring pembangunan kota Jakarta,” kata Syakur yang pernah menjadi jurnalis di majalah Tempo.
Vocal Point Betawi
Syakur menambahkan, buku 500 Cerita Betawi dan Jakarta diharapkan menjadi dokumentasi penting sekaligus referensi bagi pembangunan Jakarta di masa depan.
“Buku ini diharapkan menjadi pondasi pembangunan kota Jakarta ke depan, sekaligus menjadi vocal point masyarakat Betawi sebagai masyarakat inti Jakarta terhadap pembangunan kotanya di masa mendatang,” ujarnya.
Karena itu, FJB mengajak berbagai pemangku kepentingan di Jakarta untuk mendukung program tersebut, mulai dari tokoh Betawi, cendekiawan, jurnalis, hingga pemerintah daerah, khususnya Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, hadir jurnalis senior sekaligus cendekiawan Syamsuddin Ch. Haesy, yang menyampaikan pentingnya menjaga identitas budaya Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota metropolitan.
“Saya selalu yakin budaya Betawi adalah bagian penting dari jati diri Jakarta. Di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota metropolitan yang terus berubah, kita tidak boleh kehilangan akar budaya kita sendiri,” ujar Haesy yang biasa disapa Bang Sem.
Ia menilai keberadaan perkampungan budaya Betawi sangat penting sebagai ruang hidup bagi tradisi, bahasa, kesenian, dan nilai sosial masyarakat Betawi.
“Jangan sampai anak Betawi menjadi tamu di kampung sendiri, bahkan nyasar di tanah kelahirannya,” tandasnya.
Selain diskusi budaya, kegiatan bukber tersebut juga diisi pemberian santunan kepada anak yatim yang diserahkan secara simbolis oleh sejumlah tokoh Betawi, antara lain Muhammad Nuh, Supli Ali, dan Ibnu Chuldun. Turut hadir pula Ketua PMI DKI Jakarta sekaligus Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Beky Mardani, serta pelukis maestro Betawi, Sarnadi Adam.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize berupa tiket wahana rekreasi di Taman Impian Jaya Ancol dari PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Dukungan untuk acara ini juga datang dari Madrasah Aliyah Citra Cendekia, LBIQ, Permata MHT, Lembaga Kebudayaan Betawi, MTs Al-Ihsan Kota Bambu, dan Gerbang Betawi.
Melalui kegiatan ini, Forum Jurnalis Betawi berharap semangat menulis tentang kampung Betawi dapat terus tumbuh sehingga cerita, sejarah, dan identitas masyarakat Betawi tetap hidup dalam perjalanan Jakarta menuju usia lima abad.



