Ini Alasan Ji Chang Wook Menyebut Sunrise Gunung Batur Sebagai yang Terindah Seumur Hidupnya

Ji Chang Wook

GETPOST.ID, Yogyakarta– Dalam episode 2 Abracadabra! The Galaxy of Ultimate Healing yang tayang di Viu, Ji Chang Wook kembali menjelajahi Indonesia dengan ritme yang jauh lebih pelan. Dari semua pengalaman berkesan yang ia lalui, matahari terbit di Gunung Batur yang ia saksikan bersama Bryan Domani dalam episode ini, menjadi momen yang ia sebut sebagai sunrise terindah seumur hidupnya.

Ritme Pelan di Tiga Destinasi di Indonesia

Perjalanan healing ini menuntun Ji Chang Wook untuk mengikuti tempo yang jauh berbeda dari kesehariannya sebagai aktor papan atas Korea. Di Indonesia, ia terlihat lebih santai, sehingga langkahnya selaras dengan suasana yang ramah dan tenang di sekelilingnya. Tanpa harus berakting, ia hadir sebagai dirinya sendiri dan menikmati keteduhan yang sulit ia temukan di tengah rutinitas yang menuntut dan jadwal yang padat.

Read More

Setiap destinasi memberikan kesan yang berbeda. Bali menghadirkan kehangatan dan keakraban sejak awal. Yogyakarta membuka ruang kedamaian dan membantu pikirannya tertata. Sementara itu, Sumba menawarkan hamparan luas yang membuat napasnya terasa lebih lega. Ketika tubuh dan pikirannya mulai selaras, detail-detail kecil terasa lebih menyentuh. Dari ketiga perjalanan itu, ia menemukan momen paling sunyi di Gunung Batur.

Saat Dunia Belum Bangun  

Bangun pukul dua pagi mungkin terdengar ekstrem, tetapi justru di situlah pesonanya. Ketika Ji Chang Wook memilih meninggalkan kenyamanan tidur di resor kemudian melakukan perjalanan off-road dalam gelapnya malam, tujuan yang ia datangi terasa lebih istimewa.

Di dalam jip yang menembus jalur berbatu menuju Gunung Batur, rasa kantuk dan dingin bercampur dengan perasaan yang meluap. Lampu jip yang menyorot jalan sempit, guncangan yang membuat tubuh terombang-ambing, dan suara mesin mobil sesekali memecah keheningan di perjalanan itu. Serupa dengan duduk di kursi penonton sebelum tirai panggung teater terbuka, perjalanan dalam jip itu mempersiapkan Ji Chang Wook untuk menyambut sinar pertama matahari dengan hati yang lebih ringan dan pikiran yang lebih jernih.

Ketika Fajar Tiba  

Segera setelah cahaya matahari naik perlahan di balik Gunung Batur, ekspresi Ji Chang Wook langsung berubah. Ada senyum yang muncul begitu saja, seolah seluruh lelah di perjalanan terhempas oleh hangatnya cahaya itu. Di momen tersebut, ia tidak hanya mengarahkan pandangan ke matahari, tetapi juga merasakan ketenangan yang mungkin sudah lama tidak ia rasakan. Bagi Ji Chang Wook, momen ini terasa seperti hadiah kecil yang akhirnya datang setelah rutinitas panjang di dunia akting. Maka tak mengherankan ketika ia berkata, “Ini adalah matahari terbit terindah yang pernah aku lihat,” ucapannya terdengar begitu tulus.

Teman Perjalanan yang Tepat di Momen Terpenting  

Dalam suasana hening di gunung, kehadiran orang lain bisa memperkaya pengalaman atau justru mengganggu kita. Bryan Domani, untungnya, menjadi teman yang tepat bagi Ji Chang Wook. Kehadirannya membuat perjalanan ini terasa ringan. Bryan tidak memaksakan percakapan agar suasananya tidak canggung, tetapi membiarkan keakraban mereka mengalir secara alami.

Kehangatan dari warga lokal juga menambah lapisan kebahagiaannya. Sapaan yang ramah, senyum yang tiada habisnya, dan suasana sekitar yang bersahabat membuat Ji Chang Wook merasa diterima. Kombinasi inilah yang membuat sunrise itu terasa bukan sekadar pemandangan, melainkan pengalaman yang menyentuh hati.

Puncak Semua Rasa  

Matahari terbit di Gunung Batur menjadi titik temu dari rasa lelah yang terbayar, rasa tenang yang kembali ditemukan, harapan yang perlahan terisi, serta keinginan untuk memulihkan diri. Keheningan di puncak itu membuat Ji Chang Wook benar-benar tersentuh. Tanpa gangguan, ia mendapatkan kesempatan untuk merasakan kedamaian yang datang perlahan.

Cahaya kemerah-merahan di langit menjelang matahari terbit perlahan mengikat seluruh perjalanan menjadi satu pengalaman yang utuh. Di momen tersebut, ia menyadari bahwa perjalanan sederhana pun dapat menyentuh hatinya sedalam itu. Anda bisa merasakan perjalanan emosional yang sama dengan menyaksikan bagaimana momen ini terbentuk di episode kedua Abracadabra! The Galaxy of Ultimate Healing, eksklusif di Viu

Related posts