Pesona Toyota GT86 Liberty Walk by Rainworks.id di IMX 2025

GETPOST.ID, Jakarta — Event Indonesia Modification Expo (IMX) 2025 rampung pada Ahad (12/10). IMX tahun ini punya bintang di dunia modifikasi nasional: Toyota GT86 Liberty Walk garapan Raindy Iga Sukmawan dari Rainworks.id.

Dengan konsep “Sleeper tapi Kejam”, mobil ini membuktikan kesederhanaan mampu menyembunyikan performa ekstrem sesungguhnya.

Read More

Raindy menjelaskan, proses pengerjaan proyek ‘roro jonggrang’ ini memakan waktu sekitar tiga bulan. Mulai melepas body kit Pandem V3 dan mengembalikan bodi ke kondisi standar.

“Kami harus mengembalikan bentuk bodi ke utuh sebelum memasang kit baru dari Liberty Walk. Itu proses sangat presisi dan memakan waktu,” ujar Raindy, modifikator dari Rainworks.id, Jogja.

Dibalut bodykit Liberty Walk GT86, mobil ini tampil agresif namun tetap proporsional. Warna Super White hasil repaint menyatu harmonis dengan berbagai komponen serat karbon. Mulai front lip, splitter, diffuser, spoiler, hingga carbon hood. Lampu depan dan belakang juga dibuat custom, memperkuat karakter eksklusif dari sisi eksterior.

Masuk ke kabin, aura race car langsung terasa. GT86 ini menggunakan Recaro Sportster full seat lengkap dengan bracket dan rail, steering wheel Liberty Walk, dan shift knob kolaborasi Likewise x LBWK.

Sentuhan carbon panel, 4-point rollbar knock down, dan hand brake dari Chase Bays menambah kesan fungsional. Sementara sistem audio custom 3-way memastikan kenyamanan tetap terjaga.

Di sektor undercarriage, mobil ini mengandalkan air suspension AIRBFT untuk menyesuaikan ketinggian mobil secara dinamis. Dipadukan pelek Liberty Walk R18 lebar 10.5 inci depan dan 11.5 inci belakang, berbalut ban Toyo R888R ukuran 295/30 dan 315/30.

Sektor pengereman juga mendapat perhatian serius: sistem Brembo GT Big Brake Kit 6 pot 355 mm depan dan 4 pot 355 mm belakang, termasuk 4 pot tambahan untuk handbrake, serta full adjustable kit untuk camber, caster, dan toe.

Puncak Modifikasi

Namun, puncak proyek ini ada di balik kap mesin. GT86 ini menjalani swap engine 2JZ-GTE VVT-i, mesin legendaris Toyota Supra, yang kini dikontrol penuh sistem Haltech Nexus R3 ECU dan berbagai perangkat performance tuning profesional, seperti Haltech iC-7 Display Dash, Boost Control Solenoid, dan CAN Keypad System.

Menurut Raindy, sederet komponen high performance, seperti turbocharger PSR, wastegate dan blowoff Turbosmart, radiator Koyorad 3-ply, serta electric fan system SPAL. Untuk suplai bahan bakar, digunakan injector 1050cc, fuel pump Deatschwerks DW300, dan regulator DWR1000.

Menariknya, sistem nitrous oxide (NOS) turut dipasang untuk memberi dorongan tenaga tambahan saat dibutuhkan.

Semua sistem pendingin, oli, dan rem dimaksimalkan lewat komponen dari Chase Bays, sementara bagian mekanikal, seperti mounting kit GT86 ke JZ, full AN fittings, braided hoses, serta titanium exhaust system melengkapi keseluruhan proyek.

“Konsepnya memang ‘sleeper’, tapi begitu mesinnya menyala, semua berubah. Ini bukan sekadar GT86. Kami ingin menghadirkan mobil yang terlihat kalem, tapi performanya benar-benar kejam,” jelas Raindy.

 

Related posts