Tanda Usia 40 Tahun harus Bertaubat, Dunia Sudah Mulai Tidak Bersahabat

Majlis Taklim Formula Hati bersama Ustadz Muhsinin Fauzi Lc, MSI

GETPOST.ID, DepokDalam Islam, usia 40 tahun adalah usia yang istimewa dan penuh hikmah, menandai kedewasaan akal serta menjadi momentum penting untuk muhasabah (intropeksi) dan peningkatan ibadah kepada Allah SWT.  Ini adalah waktu untuk lebih fokus pada akhirat, bersyukur atas nikmat, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki diri dengan bertaubat serta memohon ampunan. 

Seperti yang tertuang dalam ayat Al Quran Al mukminun 115:

Read More

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”

“Allah menciptakan kita tidak main-main. Kita diciptakan maksud besar yakni beribadah. Kita tidak mengerjakan yang tidak ditugaskan dan meninggalkan yang dilarang,” kata Ustadz Muhsinin Fauzi Lc, MSI dalam kajian Formula Hati  di Masjid Ath Thohir Depok,

Ustadz Muhsinin juga mengungkpkaan bahwa di usia 40 tahun sudah waktunya tiap manusia mulai mendekatkan diri kepada Allah lantaran dunia sudah ‘tidak menerima’ lagi. Hal tersebut terlihat dari mulai melemahnya anggota badan, makanan sudah tidak bisa lagi masuk ke dalam tubuh.

“Dulu waktu muda kitabisa lari, bisa loncat dan bisa bebas makan apa saja. Ketika sudah berumur, bahkan duniapun sudah tidak mau lagi sama kita. Makan sayuran hijau jadi asam urat, makan daging jadi kolesterol, sudah tidak bisa berlari kencang karena lutut sakit. Ini menandakan kita harus makin mendekatkan diri kepada Allah, karena dunia sudah menolak kita,” tutur Ustadz Muhsinin.

Manusia pada dasarnya memiliki fitrah untuk mencari dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, daan usia tua dapat menjadi momen yang tepat untuk memperdalam hubungan tersebut karena kesadaran akan kematian dan keterbatasan duniawi.  Ini dapat diwujudkan melalui peningkatan ibadah seperti sholat dan membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir dan syukur, serta merenungkan ciptaan-Nya untuk meningkatkan ketakwaan dan menemukan makna hidup yang lebih mendalam

“Kalau ingin dijaga oleh Allah, jagalah ibadahnya dan urusannya kepada Allah,” kata ustadz yang menimba ilmu di Universitas di Madinah ini.

Ustadz Muhsinin juga mengatakan bahwa, pencapaian tertinggi seorang muslim ada 2 yaitu
1. Mendapatkan ampunan Allah
2. Mendapatkan Rahmat Allah

Pernyataan Ustadz Muhsinin mengenai dua pencapaian tertinggi seorang muslim, yaitu mendapatkan ampunan Allah dan rahmat-Nya, merujuk pada tujuan utama dalam kehidupan seorang muslim untuk mencapai keridaan Allah. Mendapatkan ampunan Allah adalah pengampunan atas dosa-dosa, sedangkan rahmat Allah mencakup kasih sayang, pertolongan, dan segala kenikmatan yang diberikan-Nya. 

“Semua harus diisi dengan ibadah. Bukan bicara dimensi waktu tapi ke kegiatan. Membawa komitmen bersama sehari semalam, selama 24 jam kita lakukan bernilai ibadah. Mulai mengisi hari-hari dengan kebaikan, isi dengan ibadah dan husnul khatimah,” ucapnya.

Menurut Ustadz Muhsinin filosofi kebaikan ada 2 sisi, yakni injeksi amal yang dikerjakan. Tiap waktu yang lewat gak akan rugi jika diisi dengan kebaikan. Karena waktu diluar kendali dan terikat dengan waktu (umur). “Komitmen mengisi waktu yang lewat dengan ibadah makanya butuh kecerdasan dengan amal soleh,” kata ustadz.

Lalu yang kedua adalah menjaga iman jangan sampai lepas. Lepasnya iman adalah sebab-sebab datangnya kemungkaran.

Seperti dalam Al Quran Surat Al-An’am Ayat 162:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam

Amal soleh yang fardhu (wajib) ada 3:
1. Amal hati (ikhlas, tawakal, dll) waktu panjang bisa panjang sampai waktu tidur. Amalan itu tidak dibatasi oleh waktu. Kalau takut kepada Allah sepanjang waktu itu sudah bernilai ibadah.
2.Amal ihsan: perbuatan baik yang dilakukan dengan kualitas terbaik, kesungguhan, dan keikhlasan, sebagai wujud kesadaran bahwa Allah selalu melihat setiap perbuatan kita
3. Amal Anggota badan : solat, shaum, zakat berbuat baik kepadaorang tua, bertaubat.

 

Related posts