GETPOST.ID, Bali– AXEAN Festival 2025 telah mengumumkan acara gelombang keduanya dengan menampilkan deretan puluhan artis. Hal ini mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu platform terdepan untuk menampilkan pertunjukan terbaik dan paling seru di Asia Tenggara.
Festival yang akan berlangsung di Jimbaran Hub, Bali pada 13-14 September 2025 ini menghadirkan 43 musisi dari lebih dari 12 negara dengan genre beragam. Mulai dari indie rock, hip-hop, folk, hingga eksperimental. Festival XEAN 2025 juga mempertahankan jajaran musisi internasional yang sangat kuat, termasuk musisi eksperimental art-rock Mongolia Blindfold, kuartet indie Korea Selatan Confined White, band math-rock Tiongkok Shanghai Quitian, grup beranggotakan lima orang Korea Selatan SIMILE LAND, grup noise rock Prancis Johnny Mafia, dan musisi soul-funk petualang Jepang Billyrrom.
Piyapong Muenprasertdee, salah satu pendiri dan pemimpin tim AXEAN Festival mengungkapkan bahwa salah satu perubahan paling menarik dalam lanskap musik global—terutama di kalangan penonton muda—adalah meruntuhkan batasan genre tradisional dan hambatan bahasa.
“Musik saat ini lebih cair dan tanpa batas daripada sebelumnya, dan ini menciptakan peluang luar biasa bagi para seniman dari seluruh penjuru dunia untuk terhubung dengan pendengar baru. Di AXEAN Festival, kami bertujuan untuk menjadi platform yang memperjuangkan semangat penemuan dan pemahaman lintas budaya ini. Kami sangat antusias untuk meluncurkan segmen baru yang berfokus pada seniman elektronik yang menggabungkan pengaruh budaya lokal mereka—menciptakan musik yang menantang genre dan relevan secara global yang masih terasa berakar kuat.”
Selain musik, AXEAN Festival 2025 bangga merayakan kekayaan identitas budaya Bali dengan pengalaman yang dikurasi melalui pasar lokal yang lebih dinamis, menampilkan makanan, kerajinan, dan produk khas Bali. Elemen-elemen ini memungkinkan para pengunjung untuk terhubung lebih dalam dengan komunitas kreatif di pulau ini, menjadikan festival ini sebuah pertemuan budaya yang multidimensi.
Mempererat kemitraan budaya Prancis
AXEAN Festival tetap teguh dalam memperkuat kolaborasi jangka panjangnya dengan Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, serta Institut Prancis, yang telah memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan kreatif, profesional, dan finansial festival ini. Selama bertahun-tahun, kemitraan ini telah memungkinkan pertukaran pengetahuan melalui delegasi dan diskusi panel, mendukung partisipasi para profesional musik Prancis dalam kamp penulisan lagu, dan memfasilitasi kolaborasi artistik dengan talenta-talenta Asia Tenggara. Piyapong menjelaskan, “Keterlibatan mereka tahun ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang kuat ini dan komitmen bersama untuk membina hubungan budaya dan profesional yang lebih erat antara Prancis dan Asia Tenggara.”
Kolaborasi strategis dengan Pentaport Rookie dan MUSE ON
AXEAN Festival juga bertujuan untuk mempertahankan kerja samanya dengan Pentaport Rookie dan MUSE ON dari Korea Selatan, dua inisiatif yang berkomitmen untuk memajukan kancah musik independen yang sedang berkembang di negara ini. Meskipun K-pop tak dapat disangkal telah membentuk lanskap musik global, kolaborasi ini bertujuan untuk menyoroti gerakan K-indie yang sama dinamisnya dan menjembataninya dengan komunitas kreatif Asia Tenggara.
Melalui kemitraan ini, seniman indie Korea mendapatkan kesempatan untuk tampil di hadapan audiens baru di Asia Tenggara, sementara para musisi Asia Tenggara mendapatkan kesempatan untuk memamerkan karya mereka di platform bergengsi seperti Pentaport Rock Festival di Korea. Ini merupakan pertukaran budaya yang saling memperkaya yang mendorong mobilitas seniman, kolaborasi transnasional, dan visibilitas yang lebih luas bagi kedua kancah musik tersebut.
“Pada akhirnya, ini adalah kemitraan strategis yang mendorong pertumbuhan bersama dan memperkuat visibilitas global bagi talenta K-indie dan Asia Tenggara,” ujar Piyapong.



