Astra Financial Catat Pertumbuhan Pembiayaan Mobil Elektrifikasi 32% di GIIAS 2025

“Mobil listrik tipe hybrid masih menjadi pilihan utama pengunjung GIIAS, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ungkap Tan Chian Hok, Project Director Astra Financial GIIAS 2025, pada Sabtu (2/8/2025).

GETPOST.ID, Tangerang — Tren kendaraan elektrifikasi (xEV) di Indonesia semakin menguat. Hal ini terlihat dari kinerja Astra Financial selama perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, di mana perusahaan mencatatkan pertumbuhan pembiayaan unit mobil elektrifikasi hingga 32% dan peningkatan nilai penyaluran pembiayaan sebesar 19% hingga hari kedelapan pameran.

Sebagai platinum sponsor, Astra Financial menghadirkan layanan One Stop Financial Solution yang didukung oleh sembilan unit bisnis, yaitu FIFGROUP, Astra Credit Companies (ACC), Toyota Astra Financial Services (TAF), Asuransi Astra, Astra Life, AstraPay, Bank Saqu, SEVA, dan Moxa. Layanan ini memungkinkan pengunjung mewujudkan mobil elektrifikasi impian mereka, baik dari segmen Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), maupun Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

Read More

Hybrid Masih Mendominasi

Dari total unit kendaraan elektrifikasi yang dibiayai Astra Financial, 76% merupakan mobil hybrid. “Mobil listrik tipe hybrid masih menjadi pilihan utama pengunjung GIIAS, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ungkap Tan Chian Hok, Project Director Astra Financial GIIAS 2025, pada Sabtu (2/8/2025).

Data Astra Financial menunjukkan bahwa sepanjang Januari–Juni 2025, pembiayaan mobil hybrid telah mencapai Rp 2,5 triliun. Hingga hari kedelapan GIIAS, tercatat 1.181 unit mobil xEV berhasil dibiayai dengan nilai Rp 575 miliar.

Pandangan serupa disampaikan Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2016–2019, dalam Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) di ICE BSD City, Selasa (29/7). Menurutnya, hybrid merupakan solusi paling relevan untuk Indonesia dalam 25 tahun mendatang. “Infrastruktur pengisian daya listrik masih terbatas, sementara kendaraan hybrid lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegas Jonan.

Keunggulan Hybrid

Dalam sesi Astra Financial Talk bersama Auto2000 yang digelar Rabu (30/7), Yagimin, Chief Marketing Auto2000, menambahkan bahwa hybrid tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efisien dan praktis. “Hybrid itu efisien dan fleksibel. Konsumen tidak perlu khawatir soal charging station, tapi tetap bisa menikmati teknologi ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid mampu menempuh hingga 1.200 km dengan satu tangki bahan bakar, sementara Yaris Cross Hybrid mencapai sekitar 800 km. Selain itu, Toyota juga dikenal memiliki nilai jual kembali yang lebih baik, sehingga semakin menarik bagi konsumen.

Astra Financial pun menghadirkan promo menarik selama GIIAS, antara lain bunga spesial 2,3% untuk tenor 1–3 tahun melalui ACC dan TAF, yang bisa menghemat hingga Rp 31,5 juta, ditambah berbagai cashback dari unit bisnis Astra Financial lainnya. Total keuntungan bagi pembeli Toyota Innova Zenix Hybrid mencapai Rp 57,1 juta.

Astra Financial pun menghadirkan promo menarik selama GIIAS, antara lain bunga spesial 2,3% untuk tenor 1–3 tahun melalui ACC dan TAF, yang bisa menghemat hingga Rp 31,5 juta.

Ragam Pilihan Kendaraan Hybrid

GIIAS 2025 juga menjadi ajang pamer teknologi hybrid dari berbagai merek.

  • Toyota menghadirkan line-up populer seperti Innova Zenix Hybrid, Yaris Cross Hybrid, Corolla Cross Hybrid, Corolla Altis HEV, Alphard HEV, dan Vellfire HEV.
  • Lexus menampilkan model elektrifikasi seperti UX 300h, NX 350h, RX 350h, LBX, hingga MPV mewah Lexus LM.
  • Daihatsu meluncurkan Rocky Hybrid, memperluas akses kendaraan ramah lingkungan yang lebih terjangkau.
  • BMW menghadirkan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dengan unggulan seperti BMW XM yang memadukan performa tinggi dan efisiensi energi.

Kehadiran beragam pilihan ini menegaskan komitmen industri otomotif dalam mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Penulis: Helmi

Related posts