GETPOST.ID, Jakarta – Pasar Daihatsu Indonesia secara total turun di semester I tahun ini. Pasar domestiknya turun 10 persen menjadi 390 ribu unit secra tahunan, sedangkan pasar ekspornya turun 2 persen menjadi 51 ribuan unit.
Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menjelaskan kondisi makro ekonomi dan geopolitik global turut berdampak terhadap pasar ekspor Daihatsu. Perang Rusia dengan Ukraina dan Israel-Iran menjadi variabel yang mempengaruhi pasar otomotif dunia.
“Jadi beberapa negara tujuan ekspor Daihatsu yang tahun lalu memesan unit, tahun ini tidak memesan unit. Jadi ada beberapa negara yang tiba-tiba tidak memesan unit Daihatsu sama sekali sehingga volume ekspor kami menurun di semester I,” ujar Sri Agung di Jakarta, semalam (17/7).
Pabrik Baru Daihatsu Karawang 2
Pada tahun ini, Daihatsu Indonesia punya pabrik baru; Daihatsu Karawang 2 yang diresmikan pada 27 Februari.
Pabrik ini untuk memproduksi mobil Daihatsu dan Toyota di Indonesia dengan kapasitas produksi 140 ribu unit per tahun.
Agya-Ayla menjadi model pertama yang telah diproduksi di pabrik baru ini sejak Desember 2024. Model berikutnya, Avanza-Xenia pada dimulai Mei 2025. Setelah itu, model kendaraan elektrifikasi baik mobil hybrid (HEV) maupun mobil listrik (BEV).
Pabrik ini dibangun dengan investasi Rp 2,9 triliun. Saat ini ADM secara total telah memproduksi kendaraan sebanyak 8 juta unit di Indonesia. Sementara volume ekspornya mencapai 1,5 juta unit ke 60 negara di seluruh dunia.
Pabrik Daihatsu Indonesia ini melibatkan 1.700 pemasok dan 700 industri kecil-menengah. Sementara tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mobil produksi ADM mencapai 80 persen.



