GETPOST.ID, Jakarta – Untuk edukasi keselamatan kendaraan listrik, EVSafe Indonesia menggelar kegiatan simulasi EV Fire Drill: First Responder di Jakarta, kemarin.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan unit keamanan, teknisi, dan tim pemadam internal dalam menangani potensi kebakaran mobil listrik (EV) yang terjadi di lokasi pengisian daya, khususnya di gedung-gedung komersial dan fasilitas umum.
Simulasi ini menekankan pentingnya prosedur terpadu dan terlatih menghadapi insiden termal dan kebakaran pada EV, yang secara teknis sangat berbeda dengan kendaraan konvensional.
Simulasi dimulai dengan skenario sebuah mobil listrik, yang menunjukkan gejala awal kebakaran berupa keluar asap dari area baterai. Bertempat di area parkir basement Senayan City, Jakarta, kegiatan ini melatih respons darurat di lingkungan pusat perbelanjaan yang padat dan berisiko tinggi.
Tim keamanan yang bertugas segera menghubungi tim pemadam internal, begitu mendeteksi indikasi kebakaran. Setibanya di lokasi, tim pemadam melakukan pemeriksaan menggunakan Thermal Camera untuk mendeteksi potensi panas ekstrem atau titik api tersembunyi.
Setelah kondisi darurat dikonfirmasi, beberapa langkah kritis dilakukan secara berurutan:
- Proses pengecasan dihentikan dengan menekan tombol Emergency Stop
- Konektor pengisian daya dicabut dari kendaraan
- Aliran listrik utama diputus dengan menurunkan MCCB di panel junction box
Kendaraan kemudian ditutup dengan fire blanket, kemudian titik panas disiram menggunakan fire hose untuk mendinginkan area baterai. Suhu dipantau secara berkala hingga stabil, dengan pengawasan terus-menerus melalui Thermal Camera.
Jika diperlukan, koordinasi lanjutan dilakukan dengan Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta untuk penanganan lebih lanjut.
Sebagai bagian dari simulasi lengkap, kendaraan juga dievakuasi dari lokasi menggunakan Stringo atau wheel dolly, memastikan operasional mal tetap aman dan terkendali.
Perlu Ekosistem Bersama
Simulasi ini membuktikan pentingnya kolaborasi lintas fungsi; dari keamanan, teknisi, hingga pemadam internal, dalam merespons potensi thermal runaway yang menjadi salah satu risiko utama mobil listrik.
“Kebakaran kendaraan listrik bukan sekadar soal api, tapi soal respons terlatih dan sistematis. Lewat simulasi ini, kami ingin menunjukkan keselamatan EV bukan hanya tanggung jawab pemadam, tapi ekosistem bersama, dari teknisi, security, dan pengelola gedung. Ini bagian dari misi EVSafe untuk membangun budaya keselamatan baru di era elektrifikasi,” kata Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia.
Dengan lokasi di pusat gaya hidup dan komersial seperti Senayan City, simulasi ini menjadi contoh nyata pentingnya kesiapan respons kebakaran kendaraan listrik di ruang publik.
EVSafe Indonesia adalah inisiatif keselamatan kendaraan listrik pertama di Indonesia, yang berdiri di bawah pengawasan RCAVe (Research Center for Advanced Vehicles) Universitas Indonesia (UI).
Didirikan oleh Abdul Rahman Elly (CEO & Founder Voltron), Sustainability Mobility Expert Mahaendra Gofar dan Mediapreneur Aditya Siregar, EVSafe hadir untuk mengedukasi publik, teknisi, regulator, dan industri dalam memahami risiko dan prosedur keselamatan EV secara menyeluruh.
EVSafe Indonesia juga berkolaborasi dengan TÜV Rheinland, mengedepankan standar keselamatan berkelas dunia untuk memperkuat ekosistem EV yang aman, andal, dan berkelanjutan di Indonesia.



