GETPOST.ID, Jakarta – Tanggal 9 Juni, hari ini, merupakan hari istimewa bagi industri otomotif Indonesia.
Pasalnyam 9 Juni adalah hari lahir mobil keluarga Toyota Kijang. Ibarat manusia, mobil MPV ini telah berusia 48 tahun. Sudah cukup tua, tapi mampu bertahan dari dinamika pasar otomotif nasional yang diserbu mobil-mobil China satu dekade terakhir.
Toyota Kijang kini sudah mencapai generasi ke-7, yang menjadi salah satu bukti produk keandalan industri manufaktur otomotif Indonesia.
Ya , pada November 2022, PT Toyota-Astra Motor meluncurkan All New Toyota Kijang Innova, yang kembali berevolusi dengan nama baru: Toyota Kijang Innova Zenix. Menariknya, kali perdana, ada model hybrid-nya.
Meski tua, volume penjualan Toiyota Kijang masih tinggi, rata-rata hingga 4 ribu unit per bulan. Padahal pesaingnya makin banyak, dan model mobil keluarga yang lebih murah di bawahnya juga banyak, sepeerti Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander, dan sebagainya.
Namun, nyatanya Toyta Kijang masih menjadi salah satu mobil terlaris di Indonesia. Saat ini populasinya lebih dari 2 juta unit.
Berikut Kisah Sukses Toyota Kijang Lahir di Indonesia
Generasi pertama Toyota Kijang adalah mobil pikap dengan kode KF10. Model ini pertama kali meluncur di salah satu hotel di Jakarta Selatan pada 9 Juni 1977.
Peluncurannya tersebut untuk ‘mengejar’ event Pekan Raya Jakarta (PRJ) pada 11 Juni 1977 di Monas. Alhasil Toyota Kijang bisa mejeng di PRJ.
Saat itu Kijang pikap dijual Rp 1,3 juta per unit. Lebih murah Rp 50 ribu dibandingkan kompetitornya, Suzuki Pikap (Suzuki Carry). Bahkan harga Toyota Kijang juga lebih murah Rp 350 ribu dari Mitsubishi Colt T120 pikap.
“Waktu itu target penjualan Toyota Kijang satu bulan hanya 200 unit, tapi saat pertama keluar pasar, permintaannya langsung meningkat menjadi 2.000 unit per bulan. Untuk memenuhi permintaan itu, terpaksa dilakukan kerja tiga shif,” kata Adirizal Nizar, mantan Direktur Teknik PT Toyota-Astra Motor dikutip dari buku 38 Tahun Toyota Kijang, Bersama Bangsa Indonesia (Kompas, 2015).
Setelah mobil pikap ini selesai dibuat, Toyota Motor Co Ltd mempersilakan PT Toyota-Astra Motor memberikan nama bagi mobil basic utility vehicle (BUV) ini.
Toyota Jepang saat itu minta namanya menggunakan nama lokal, persis yang dilakukan Toyota Filipina saat meluncurkan model serupa dengan nama Toyota Tamaraw, yang berarti “kerbau” pada 1976.
Tim Toyota Indonesia pun putar otak. Mencari nama-nama binatang Indonesia yang menarik.
Semula ingin dinamakan ‘Toyota Kancil’. Namun, saat diskusi pencarian nama ini berlangsung, Tjia Kian Tie, adik William Soeryadjaja, Presiden Direktur PT Astra International Inc saat itu, mengusulkan nama Kijang.
“Kenapa tidak kita berikan nama kijang saja,” ujar Tjia Kian. Hewab kijang sendiri bermakna lincah dan cepat larinya serta tidak memiliki konotasi negatif seperti dalam lagu anak-anak berjudul Kancil.
Tapi ada juga yang menceritakan Kijang sendiri punya makna lain: Kerjasama Indonesia dan Jepang.

Kini Kijang Gen 7
Meski sudah generasi 7, Toyota Jepang tetap menghormati dengan tetap menggunakan embel-embel Kijang menjadi All New Toyota KIjang Innova Zenix. Alasannya, nama ini mencerminkan proses evoluasi panjangnya dari sebah mobil pikap menjadi mobil penumpang (MVP). Bahkan termasuk salah satu model global Toyota dari Indonesia.
Ya, kini pasar Kijang tidak hanya Indonesia, tapi puluhan negara di dunia juga menyukai Toyota Kijang!
Selamat ulang tahun Toyota Kijang!
(diolah dari berbagai sumber)



