GETPOST.ID, Karawang – Suzuki Indonesia akan meluncurkan All New Suzuki Fronx pada 28 Mei tahun ini, berdasarkan akun resmi Instagram @suzuki_id. Namun, di beberapa mal di kota-kota besar, compact SUV ini dapat dilihat langsung mulai 12 Mei seperti di Gandaria City, Mal Kelapa Gading, Trans Studio Mall-Bandung, The Park Mall (Semarang), dan lain-lain.
Meski baru diluncurkan 28 Mei mendatang, Getpost.id dan sejumlah media mendapat kesempatan menjajal All New Suzuki Fronx, baru-baru ini.
First drive dilakukan di sirkuit tertutup milik perusahaan ban di Karawang, Jawa Barat.
Getpost.id melihat dari dekat desain eksterior All New Fronx cukup sporty alias menarik. Dari pilar B ke belakang, bagian atapnya melengkung ala mobil coupe hingga buritan. Membuat tampilannya laksana mobil desain Eropa.
Usut punya usut, ternyata benar All New Fronx membawa gaya coupe.
Yuji Morita, Chief Engineer Automobile Line B&C segment Div. Product Planning Suzuki Motor Corporation (SMC), menjelaskan konsep dasar Fronx adalah Dynamic Coupe-style SUV. Konsep ini diwujudkan dengan tiga pilar, yakni desain eksterior utamanya desain atas melandai seperti coupe, kemudahan dan kenyamanan, serta performa yang lincah.
Menurut Getpost.id, desain eksterior All New Fronx cukup berhasil menarik perhatian bila nanti beredar di jalan raya.
Kami menduga, SUV berkapasitas 5 penumpang ini akan kesulitan menawarkan kabin yang lapang di baris kedua karena berdesain coupe. Ternyata tidak.
Kami menjajal duduk di jok kedua. Ternyata cukup lapang buat saya dan kawan yang punya tinggi lebih dari 170 cm. Head room masih baik, leg room apalagi. Sudut kemiringan jok kedua juga cukup landai sehingga cukup nyaman bila harus menempuh perjalanan jauh.
Kualitas jok dan kabin secara keseluruhan cukup berkesan, meski jauh dari aroma mewah.
Menjajal semua varian/tipe All New Fronx, kesan pertama kami adalah mobil ini modern, ringan, dan gesit saat diajak akselerasi. “Sistem kemudinya tidak enteng, cukup mantap, sehingga handling-nya cukup enak.”
Dipasarkan di India dan Jepang, namun Fronx versi Indonesia hanya mengusung powertrain K15B dan K15C. Sama-sama berkapasitas 1.500 cc, K15B menawarkan torsi lebih besar, sedangkan K15 cenderung smooth alias mengejar efisiensi bensin.
Kata instruktur Suzuki yang menemani saat kami mengendarai Fronx, Fronx bermesin K15B mengejar performa, sedangkan Fronx mesin K15C mengincar rasa berkendara lebih lembut dan keiritan.
Kami belum dapat membedakannya secara signifikan di acara fisrt drive ini, karena terbatasnya kesempatan. Namun, kami merasa compact SUV ini cukup enak diajak menikung dengan suspensi yang rigid.
Namun, mari kita lihat datanya saja. Menurut data dari Suzuki Indonesia, mesin K15B menghasilkan tenaga maksimum 104,7 ps/6.000 rpm dengan torsi 138 Nm/4.400 rpm. Sedangkan mesin K15C bertenaga maksimum 100,6 ps/6.000 rpm dengan torsi 135 Nm/4.400 rpm. Jadi memang secara data mesin K15B lebih bertenaga dibandingkan K15C.
Rencananya, Fronx tipe GX dan SGX akan mengusung mesin K15C termasuk varian hybrid-nya. Sedangkan Fronx tipe GL membawa mesin K15B.
Secara umum, kesan perdana kami terhadap All New Suzuki Fronx adalah compact SUV yang enak dipandang dengan performa cukup gesit. Paket asyik untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.
Kami apresiasi lubang AC yang ada di baris kedua, yang biasanya tidak ada di compact SUV. Tapi, kami merasa ada kekurangan pula di Fronx, yakni tiadanya drive mode dan fitur penguncian otomatis saat mobil jalan.



