Riba itu ada 73 Pintu (dosa), yang paling Ringan adalah Seseorang yang Menzinai Ibu Kandungnya

ilustrasi bank

GETPOST.ID, JakartaRiba, dalam konteks keuangan Islam, berarti tambahan atau keuntungan yang diharamkan atas transaksi keuangan, khususnya pinjaman atau utang. Riba secara bahasa berarti “tambahan” atau “kelebihan”, dan dalam Islam, riba adalah bentuk penambahan yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam. Riba diharamkan karena dianggap sebagai bentuk eksploitasi yang tidak adil dan melanggar prinsip keadilan dalam transaksi keuangan

Ibarat baju kotor karena kerja sebagai buruh itu lebih mulia, Dari pada baju bersih tapi bekerja di tempat RIBA. Baju kotor bila di cuci kembali bersih dan bisa di pakai seperti semula, Tapi penghasilan RIBA dosanya lebih buruk dari seseorang yg melakukan zina bahkan ia seperti berzina dengan ibu kandungnya. Nauzubillahminzalik.

Read More

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya)

Bahkan bagi pemakan riba atau orang yang memanfaatkan hasil riba. Ia akan dibangkitkan dari kuburnya pada hari kiamat seperti orang yang kesurupan setan lantaran gila.

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) gila.” (QS. Al Baqarah: 275)

Apa yang dimaksud dengan ayat di atas?

Ibnu Katsir berkata, “Orang yang memakan (mengambil) riba akan bangkit dari kubur mereka pada hari kiamat seperti orang yang terkena ayan (epilepsi) saat berdiri, di mana ia bertindak serampangan karena kerasukan setan. Saat itu ia berdiri sangat sulit.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2: 278).

Na’udzubillah, mari kita jauhi dan tinggalkan RIBA, tak mengapa kita hidup sederhana, tak mengapa kita bekerja baju kotor, asal hasil yg kita dapatkan halal dan membawa keberkahan.

 

Related posts