GETPOST.ID, Depok – Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) melalui RCAVe (Research Center for Advanced Vehicle University of Indonesia), didukung Voltron Indonesia dan DFSK Seres, menggelar acara “EV Safety Awareness Sharing Session” di kampus FTUI, Depok, kemarin (12/3).
Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai keselamatan kendaraan listrik (EV). Selain itu, membekali mahasiswa sebagai calon insinyur, pembuat kebijakan, dan pemimpin industri dengan wawasan mendalam mengenai teknologi EV, risiko keselamatan, dan langkah mitigasi dalam transisi menuju mobilitas berkelanjutan.
Dalam sesi ini, para peserta mendapat wawasan mengenai berbagai aspek kendaraan listrik. Mulai dari sejarah EV di Indonesia, tantangan adopsi, mitos-mitos beredar, hingga isu-isu keselamatan. Sebut saja battery thermal runaway, mitigasi risiko kebakaran baterai, dan prosedur darurat jika kecelakaan.
“Keselamatan penggunaan kendaraan listrik harus jadi prioritas utama terutama generasi muda, khususnya mahasiswa UI, yang akan menjadi penggerak utama industri ini di masa depan. Dengan meningkatnya jumlah EV di Indonesia, pemahaman mengenai teknologi baterai, infrastruktur pengisian daya, dan respons darurat semakin penting,” ujar Prof Feri Yusivar, Direktur RCAVe, dalam siaran persnya pada Getpost.id.
Dalam diskusi interaktif, peserta juga diajak untuk memahami tentang 5 mitos EV, termasuk kekhawatiran daya jelajah (range anxiety), biaya kepemilikan, tantangan pengisian daya (charging anxiety), dampak penggunaan EV di kondisi cuaca ekstrem, serta umur pakai baterai.
Menariknya, acara ini juga menyoroti peran infrastruktur pengisian daya di ekosistem kendaraan listrik. Bersama Voltron Indonesia yang memiliki jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) besar di Indonesia, peserta mendapat wawasan tentang strategi pengembangan infrastruktur lebih luas dan inklusif.
“Sistem pengisian daya yang aman sangat krusial untuk menghindari risiko, seperti overheating, over-voltage, dan kesalahan manusia. Teknologi auto-cutoff dan thermal management system menjadi solusi utama dalam memastikan pengisian daya yang aman,” ujar Abdul Rahman Elly, CEO & Founder Voltron Indonesia.
Biaya Kepemilikan EV Lebih Murah
Pembahasan juga menyoroti keuntungan biaya operasional EV dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
“Biaya operasional EV lebih rendah dibandingkan mobil Internal Combustion Engine (ICE). Gelora E, misalnya, memiliki biaya energi 71% lebih hemat setahun dibandingkan kendaraan bensin, serta pengurangan 50% dalam biaya perawatan karena tidak memerlukan penggantian oli, filter, dan komponen lainnya secara berkala,” tambah Doni Putra Okten, RB Doni Putra Okten, Head of Sales & Marketing Dept. PT Sokonindo Automobile.
Acara di kampus FTUI, Depok, ini juga menghadirkan narasumber lainnya: Aditya Siregar (automotive expert dan mediapreneur) dan Mahaendra Gofar (sustainable mobility expert).
Acara ini menjadi momentum penting mendukung transisi energi bersih serta memastikan keselamatan sebagai aspek utama dalam pengembangan ekosistem EV di Indonesia. Dengan meningkatnya kesadaran dan pemahaman mahasiswa tentang EV, diharapkan lahir inovasi-inovasi yang mendorong pertumbuhan industri EV lebih aman dan berkelanjutan di masa depan.



