GETPOST.ID, Jakarta – Platform pendanaan digital untuk UKM (usaha kecil dan menengah) terbesar di Asia Tenggara, Grup Modalku, mengaku mendapat investasi baru senilai Rp 398 miliar atau US$ 25 juta dari Cool Japan Fund (CJF) – dana kekayaan negara Jepang.
Investasi ini menandai investasi pertama CJF pada perusahaan fintech di Asia Tenggara (ASEAN).
Grup Modalku akan memanfaatkan investasi ini untuk memperkuat bisnis utama pembiayaan UKM di Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Perusahaan akan fokus membantu bisnis mendapat pembayaran lebih cepat melalui solusi pendanaan yang inovatif.
Grup Modalku juga akan memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendigitalisasi serta mengotomatisasi proses awal pemberian pendanaan. Inisiatif ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk meraih pertumbuhan dan profitabilitas.
Melalui investasi ini, Grup Modalku juga akan memulai kemitraan dengan CJF, memanfaatkan rekam
jejak kekuatan Grup Modalku dalam melayani UKM di Asia Tenggara untuk menyediakan layanan
keuangan yang mendukung perusahaan Jepang. Kemitraan ini akan memperkuat hubungan komersial
antara perusahaan Jepang dan UKM lokal di kawasan ini.
President and CEO CJF Kenichi Kawasaki mengaku senang dapat mendukung Grup Modalku melalui investasi ini. Rekam jejak mereka dalam mendukung UKM di Asia Tenggara menjadikan mereka mitra tepat untuk membantu perusahaan Jepang mengatasi tantangan saat memasuki pasar baru di luar negeri.
“Kami percaya kemitraan dengan Grup Modalku melalui investasi ini mendorong permintaan produk dan layanan Jepang di luar negeri. Ini akhirnya akan memberikan manfaat bagi perekonomian Jepang serta UKM lokal yang bekerja sama dengan perusahaan Jepang,” kata Kawasaki-san dalam rilisnya, Kamis (2/1).
Co-founder and Group CEO of Funding Societies-Modalku Kelvin Teo mengatakan kami merasa
terhormat atas komitmen CJF berkolaborasi dan mendukung perusahaan Jepang dalam ekspansi internasional. Banyak bisnis yang kami layani di Asia Tenggara merupakan perusahaan Jepang, pemasok, dan/atau pelanggan mereka. “Bersama CJF, kami berencana memperkuat hubungan ini lebih lanjut.”
Secara tahunan, investasi langsung Jepang di kawasan ASEAN rata-rata mencapai Rp 296 triliun. Selain itu, terdapat sekitar 15.000 bisnis yang didirikan oleh perusahaan Jepang di wilayah ini. Dalam survei 2024 oleh Japan Bank for International Cooperation yang melibatkan 500 perusahaan Jepang, ASEAN masuk dalam daftar sepuluh negara teratas yang dianggap menjanjikan untuk pengembangan bisnis internasional, dengan negara-negara ASEAN mendominasi setengah daftar tersebut.



