Kemuliaan Saad bin abi Waqqash, Do’a yang selalu Allah Kabulkan

Masjid Nabawi, Madinah

GETPOST.ID, Jakarta– Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata , “Penduduk kota Kuffah melaporkan Sa’ad, yaitu Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu kepada ‘Umar bin Al-Khatthab radhiyallahu ‘anhu. ‘Umar lantas memberhentikannya dari jabatannya, dan mengangkat ‘Ammar bin Yasir sebagai penggantinya.

Mereka melaporkan hingga menyebutkan bahwa Sa’ad tidak mengerjakan shalat dengan baik (ketika menjadi imam). Umar kemudian mengutus seseorang kepadanya. Ia berkata, “Hai Abu Ishaq, sesungguhnya mereka berkata bahwa kamu tidak mengerjakan shalat dengan baik!” Sa’ad radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Demi Allah. Sesungguhnya saya telah mengerjakan shalat dengan mereka seperti shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak menguranginya. Aku mengerjakan shalat Isya, aku perpanjang dua rakaat pertama dan kupersingkat dua rakaat lainnya.” Umar berkata, “Itulah dugaan kami tentang Anda, hai Abu Ishaq!”

Read More

Umar mengutus seseorang atau beberapa orang bersamanya ke kota Kufah untuk menanyakan kebenaran laporan tentang Sa’ad kepada penduduk kota Kufah. Tidak satu masjid pun dilewati, melainkan ia bertanya tentang Sa’ad. Ternyata, mereka memujinya dengan baik.

Setelah utusan Umar memasuki masjid Bani ‘Abs, berdirilah seorang lelaki di antara mereka bernama Usamah bin Qatadah, ia dijuluki dengan Abu Sa’dah. Usamah berkata, “Adapun jawaban pertanyaan Anda kepada kami, sesungguhnya Sa’ad tidak pergi bersama pasukan, tidak membagikan pemberian dengan sama rata dan tidak berlaku adil dalam memutuskan perkara.”

Sa’ad bin Abi Waqqash berkata setelah mendengar fitnah itu, “Ketahuilah! Demi Allah, aku benar-benar akan berdoa dengan tiga keburukan: “Ya Allah, apabila hamba-Mu ini (Usamah) berdusta, ia melakukannya karena pamer serta mencari popularitas, maka panjangkanlah umurnya dan perlama kemiskinannya, serta hadapkanlah dia kepada banyak bencana.” Setelah itu, setiap kali ditanya, maka Usamah menjawab, “Aku adalah seorang yang sudah tua renta dan ditimpa bencana. Doa Sa’ad bin Abi Waqqash atasku telah dikabulkan.”

Abdul Malik bin Umair perawi hadits ini berkata dari Jabir bin Samurah, “Sesudah itu, aku melihat kedua alis matanya Usamah jatuh di atas kedua matanya karena tua. Ia sengaja menghadang gadis-gadis belia di jalan lalu mencolek tubuh mereka dengan jemarinya.” (Muttafaq ‘alaih).

*do’a sa’ad bin abi Waqqas yang selalu terkabul berawal dari do’a nabi untuk sa’ad
(اللهم سدد رميته واجب دعوته)
“Ya Allah tepatkanlah lemparan panahnya, dan istijabah lah do’anya ”

Pelajaran yang bisa diambil
1. Fitnah begitu kejam sampai sekelas sahabat Nabi pun ter fitnah maka sebagai juru dakwah harus memahami ttg perkara ini
2. ⁠Hati hati dengan fitnah terhadap hamba Allah yang sholeh sebab jika ia berdoa maka tak penghalang antara doanya dengan Allah SWT
3. ⁠Hendaknya para murid menjaga adab pada gurunya sebab Sa’ad bin Abi Waqosh yg menjadi guru di Iraq saat muridnya tidak menjaga adab bahkan memfitnahnya maka ilmunya tidak barokah

Semoga Allah merahmati seluruh sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

📚 Kitab Riyadhus shalihin

✒️ Madarif Institute

Related posts