Tips Menjaga Radiator Mobil Kesayangan Kamu Tetap Oke

Kia Indonesia siapkan 20 bengkel siaga di mudik Lebaran 2024.

GETPOST.ID, Jakarta – Radiator mobil merupakan salah satu komponen penting. Komponen inilah yang akan menunjang pendinginan suhu mesin, sehingga mesin tidak kepanasan meski digeber pada RPM tinggi.

Bila terjadi kerusakan pada radiator, pasti lah sistem pendinginan suhu mesin akan terganggu. Akibatnya, mesin mobil bisa mogok karena overheat, seperti dikutip dari laman garasi.id.

Read More

Dalam mesin mobil, terjadi reaksi pembakaran yang dapat menimbulkan suhu panas. Suhu panas inilah yang akan terus timbul selama mobil dalam kondisi nyala dan dikendarai. Alhasil, makin lama Kamu berkendara, maka semakin tinggi suhu panas akibat pembakaran mesin. Untuk itu, mesin mobil butuh sistem pendingin untuk mengontrol suhunya, agar tidak terjadi overheat.

Fungsi radiator mobil adalah memindahkan kalor panas dari mesin mobil ke udara. Radiator akan mengalirkan air atau coolant, ke saluran yang sudah terpasang mengelilingi mesin mobil.

Saat coolant mengalir, ia akan menyerap suhu panas dan membawanya kembali ke radiator. Ketika sudah kembali, radiator akan mendinginkan kembali coolant tersebut dan membuang suhu panas ke udara.

Nah, kini apa sih ciri atau tanda radiator mobil mulai bermasalah:

1. Mobil Sering Overheat

Overheat adalah kondisi mesin mengalami panas berlebihan. Kondisi ini muncul akibat banyak faktor, anatara lain karena kipas radiator  mati atau karena air radiator (coolant) habis.

2. Volume Air Pendingin Sering Habis

Air pendingin berfungsi sebagai media mengantarkan panas dari mesin ke radiator. Untuk itu, Sahabat Garasi juga disarankan dapat mengganti air radiator secara rutin. Apabila air pendingin selalu habis dalam waktu cepat, ini bisa disebabkan karena ada kebocoran pada sistem pendingin  radiator. Kebocoran pada radiator disebabkan karena radiator pernah mengalami benturan, akibat tabrakan dari depan misalnya, atau karena radiator terkena loncatan batu.

3. Selang Radiator Bocor

Selang input biasanya terletak di bagian tangki atas radiator. Fungsi selang ini untuk mengantarkan air bersuhu tinggi dari mesin ke radiator. Karena di dalam selang ini memiliki air bersuhu tinggi, maka potensi terjadi kebocoran itu besar. Namun, kalau proses pendinginan di dalam radiator lancar, tentu tidak masalah. Yang jadi masalah, ketika di dalam radiator ada sumbatan.

4. Tetesan Air di Bawah Bumper Depan

Bila kejadian air radiator bocor, maka letak kebocorannya akan tampak, karena air yang bocor pasti akan menetes ke bawah. Sekarang coba perhatikan di bawah mobil Kamu. Kebocoran air radiator itu akan menetes tepat di bagian bawah mesin, kalau yang bocor itu radiatornya, maka tetesan air akan ada di area bawah bumper mobil.

5. Ada Korosi di Radiator

Perhatikan permukaan radiator. Untuk mobil-mobil sekarang, permukaan radatornya terhalang. Di bagian depan terhalang kondensor AC, di bagian belakang, terhalang kipas pendingin. Namun, kamu bisa mencari celah di sekitar kipas pendingin untuk melihat permukaan radiator. Gunakan senter untuk menemukan adanya korosi, atau terlihat jelas rembesan air. Kedua hal itu menjadi tanda yang jelas untuk melihat kerusakan radiator mobil.

Bengkel resmi Mazda siap layani para pemudik Lebaran 2024.

Tips Merawat Radiator

Setelah tahu radiator yang bermasalah, kini tips perawatan radiator mobil agar radiator selalu oke.

Pertama, rutin menguras airnya secara berkala. Untuk itu, sediakan waktu khusus untuk melakukan hal ini, misalnya di akhir pekan. Setelah menentukan waktu khusus, selanjutnya pastikan mengecek jumlah kadar air dan lihat warnanya. Kuras sampai bersih air di dalam radiator, meski warnanya masih terlihat baru seperti hijau, biru, dan merah. Karena jika sudah menempuh perjalanan  20.000 km, air tetap harus dikuras.

Kedua, jangan menaruh cairan sembarangan.  Sering dilakukan pemilik mobil adalah menaruh air atau cairan sembarangan ke dalam radiator. Hal ini tentu hanya membuat radiator cepat berkarat dan panas. Jenis cairan yang harus dihindari adalah air hujan, AC, dan air biasa. Jangan pakai air itu! Sebab komponen radiator sensitif sehingga bisa cepat panas atau berkarat. Apalagi radiator coolant memang didesain agaridak cepat berkarat dan panas sehingga kondisinya tetap stabil.

Bila air radiator mendadak berubah warna menjadi keruh, meski baru diganti, kamu harus segera mengatasi hal tersebut. Penyebabnya adalah kipas di dalam radiator tidak bekerja maksimal, jadi sebaiknya pergi ke bengkel. Meski bisa juga akibat kipas radiator tersebut tidak  berputar seperti biasanya.

Ketiga, rajin bersihkan tangki radiator. Tujuannya, agar tangki tidak cepat mengalami korosi serta melindungi komponen dengan bahan logam dari karat. Kamu bisa membersihkan tangki setiap dua minggu sekali.  Prinsipnya, bersihkan setiap komponennya sih.

Keempat, cek penutup radiator. Kondisinya harus selalu ditutup rapat supaya coolant tidak mendadak bocor ketika mesin mendadak menjadi sangat panas.

Kelima, ganti selang dan klem.  Jika kamu melihat adanya kebocoran atau kerusakan pada bagian ini langsung beli komponen baru.

Related posts