GETPOST.ID, Jakarta– Raksasa mobil listrik asal China, BYD, sangat serius masuk ke pasar otomotif Indonesia. BYD berkomitmen memberikan solusi total untuk transportasi energi baru, guna membantu mempercepat dan memfasilitasi transisi menuju elektrifikasi skala global dengan membangun ekosistem mobil listrik ramah lingkungan.
Maka itu, BYD terus menerus menekankan komitmennya membangun ekosistem ramah lingkungan di Indonesia. Seperti yang dilakukan BYD di negara-negara lain di dunia.
Secara garis besar, BYD hadir di 400 kota, 70 negara, dan 6 benua. Pada 2022, BYD menjual 1,86 juta unit mobil penumpang energi baru (NEV) di seluruh dunia.
“Kami akan terus mengajak berbagai partner lokal untuk bekerja sama bersama BYD, salah satunya perusahaan perbankan nasional terkemuka. Kami terus memperluas kerja sama dan kolaborasi dengan lembaga-lembaga lain terkemuka di Indonesia,” ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, di pameran IIMS 2024, kemarin.
Baru-baru ini, BYD bermitra dengan Bank Mandiri untuk mendukung transisi menuju Indonesia Nol Emisi Karbon pada 2060. Ekspansi bisnis BYD bersama Bank Mandiri langkah awal perluasan jaringan dengan partner lokal, seperti kerja sama dengan diler Arista dan Haka Group, sebagai diler resmi BYD di Indonesia.
Awal bulan ini, BYD Arista membuka 8 diler resmi di Indonesia, antara lain di BSD City-Tangerang dan Tebet, Jakarta Selatan.
Strategi Bangun Pabrik
Strategi berikutnya, BYD mengumumkan akan membangun pusat manufaktur lokal dan produksi baru di Indonesia. Pabrik ini akan dibangun secara bertahap. Harapannya, dapat menciptakan ribuan lapangan kerja, mendukung rantai pasokan lokal, dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia.
BYD yakin dengan produksi massal, dapat menjadikan harga jualnya makin kompetitif. Dalam satu sampai dua tahun, Indonesia akan menjadi penyedia NEV terbesar di Asia.
“Manufaktur lokal adalah strategi BYD terlibat secara mendalam pada industri pasar otomotif. Tujuan kami untuk menciptakan dan meningkatkan rantai pasokan lokal untuk kendaraan listrik Indonesia. Tidak hanya ritel, namun kami juga berkonsentrasi pada kolaborasi ada di dalam ekosistem pasar Asia,” lanjut Zhao.

Performa Blade Battery
BYD memperhatikan segala aspek untuk menunjang performa mobil listrik (EV), Untuk memudahkan pengisian daya, BYD memiliki Portable Charger ukuran sedang untuk dipasang di rumah ataupun dibawa ke mana saja.
Bersifat dedicated, Portable Charger ini harus terhubung dengan listrik berdaya lebih 2.200 Watt. Selain itu, BYD juga akan menjembatani komunikasi dengan PLN untuk pemasangan wall charger khusus untuk rumah yang memiliki daya minimal 7.000 watt.
State of Health (SoH) Baterai
Agar umur baterai mobil BYD tetap terjaga, direkomendasikan melakukan pengisian daya saat kondisi baterai di atas 20%. Atau kondisi 40- 80%, jika unitnya tidak digunakan dalam waktu lebih lima hari.
Para pengguna dapat melakukan pengaturan di dasbor mobil BYD, saat pengisian daya dalam kondisi ditinggal dengan mode pengaturan pengisian daya berdasarkan jam.
Setelah daya EV BYD terisi penuh, pengisian daya terputus secara otomatis agar menghindari overcharge. Alhasil, SoH pada mobil BYD tidak mengalami kerusakan dan mengurangi performa baterai.
“Pada dasarnya semua kendaraan harus dicek secara berkala, tapi pengecekan EV BYD tergolong lebih mudah. SoH atau info mengenai baterai EV terpantau sehingga kami dapat mengetahui apakah baterainya kondisi baik atau sudah harus segera ditindak lanjuti,” ujar Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia.

Fitur V2L, Pendukung aktivitas
BYD menyematkan fitur Vehicle-to-Load (V2L) pada mobil listriknya. Fitur ini memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber daya listrik portabel, yang dapat digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik lain; laptop, ponsel, atau peralatan camping.
Dengan V2L, pengguna dapat mengakses daya listrik di baterai mobil mereka dan membuatnya sangat berguna dalam keadaan darurat atau saat berada di lokasi terpencil. Fitur V2L pada EV BYD dapat digunakan hingga kapasitas daya baterai tersisa 15%. Di bawah itu, tidak bisa digunakan. Fitur V2L juga mencerminkan komitmen BYD untuk memberikan solusi ramah lingkungan yang mendukung masyarakat dalam hidup bersama energi elektrifikasi yang lebih efisien dalam beraktivitas.



