Bursa Transfer Profesional Otomotif Makin Liar di Akhir Tahun (Bagian 2)

Direktur Marketing Bayu Riyanto (kanan) pamit dari BMW Indonesia per 5 Novemver 2025.

GETPOST.ID, Jakarta – Bursa transfer profesional di industri otomotif makin liar di pekan ini. Setelah Harold Donnel Tampubolon mundur dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), kini giliran Bayu Riyanto, Direktur Marketing BMW Indonesia.

Bayu mengumumkan sendiri pengunduran dirinya sebagai direktur perusahaan otomotif asal Jerman yang dilakoninya selama 9 tahun.

Read More

“Tanggal 5 November 2025 merupakan hari terakhir saya di BMW Indonesia,” kata Bayu saat jumpa pers BMW Group Exhibition di Plaza Senayan, Jumat pekan lalu (17/10).

Suasana lounge yang riuh tiba-tiba diam. Dalam hening, para hadirin dan jurnalis jadi sentimental.

Manajemen BMW Group Indonesia tentu mengetahui info Bayu resign lebih dulu. Mereka bahkan menyiapkan ‘acara perpisahan’ buat Bayu di akhir acara jumpa pers.

Peter “Sunny” Medalla, Presiden Direktur BMW Group Indonesia, tampak sedih melepas koleganya ke perusahaan otomotif baru.

Meski, kata dia, ini hal biasa dalam perusahaan seraya mengucapkan terima kasih atas kontribusinya selama 9 tahun mengembangkan BMW Indonesia, serta semoga sukses di tempat baru.

Salah satu milestone Bayu dan tim adalah mencetak rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah BMW di Indonesia dengan volume lebih 5.000 unit pada 2023.

Jodie O’tania, Direktur Komunikasi BMW Indonesia, kentara sekali menahan rasanya. Dia tampil begitu kalem petang kemarin.

Setelah jumpa pers rampung, sejumlah jurnalis mengerubungi Sunny untuk melakukan wawancara. Jodie menemani. Sedangkan Bayu, setelah menyapa beberapa jurnalis, mundur teratur ke belakang, menghindari kerumunan.

Pengalaman 25 Tahun di Industri Otomotif

Di pojok lounge yang agak remang-remang, penulis menyapa Bayu. Tanpa menyebutkan brand otomotif baru pelabuhannya, Bayu bercerita mengawali karirnya sebagai sales consultant, sekitar 25 tahun silam.

Jagoan di bidang penjualan, Bayu juga kaya pengalaman mengelola banyak brand otomotif, antara lain Honda, KIA, General Motors, Piaggio, Mercedes-Benz, dan BMW.

“Saya didekati beberapa bulan lalu oleh brand ini. Setelah berpikir dan timbang-timbang, akhirnya saya terima tawarannya sehingga memutuskan keluar dari BMW Indonesia per 5 November nanti,” ujar Bayu pada Getpost.id, Jumat lalu.

Satu hal yang membuatnya mantap menerima pinangan ini adalah brand ini tidak asing buat dirinya. Apalagi brand ini akan dikelola langsung oleh prinsipalnya, jadi lebih serius menggarap pasar mobil Indonesia yang dinamis, sejak disesaki brand asal China dalam tiga tahun terakhir.

Jadi setelah 5 November 2025, Bayu akan mempersiapkan operasional perusahaan baru, tapi brand lama, di pasar otomotif Indonesia.

Pameran GIIAS 2025 ramai di ICE-BSD City, Tangerang.
Perusahaan Baru, tapi Brand Lama

“Sekarang memang waktu yang tepat untuk ekspansi lebih besar ke pasar otomotif Indonesia, karena istilah saya, gelombangnya masih tinggi. Inilah peluang kami, bagaimana surfing the wave,” jelasnya dengan mantap.

Bayu berprinsip tantangan adalah kesempatan. Tantangan mengelola perusahaan baru, berarti juga terbuka kesempatan terhadap hal-hal baru yang dapat dikembangkan. “Mobil China saja punya kesempatan di pasar Indonesia sekarang,” ucap dia mencontohkan.

Menurutnya, perusahaan baru ini akan beroperasi mulai tahun depan, dengan misi membina kepercayaan konsumen dan meyakinkannya dengan layanan purnajual yang optimal.

Penulis himpun dari berbagai sumber, prinsipal brand ini memang akan sungguh-sungguh garap pasar otomotif Indonesia. Prinsipalnya akan terjun langsung menjalankan bisnisnya di Indonesia. Tidak lagi bergantung pada pihak kedua sebagai mitra. Maka itu, dalam waktu dekat akan menghentikan kerja sama dengan mitranya, sebuah kelompok usaha besar asal Indonesia.

Tak heran, perusahaan baru ini juga akan agresif merekrut para profesional yang punya pengalamanan puluhan tahun di pasar otomotif Tanah Air. Bukan profesional kaleng-kaleng!

Seperti pengakuan seorang direktur yang masih bekerja di perusahaan otomotif asal China. Kepada Getpost.id, dia mengaku juga didekati oleh brand ini.

“Saya juga sedang didekati brand tersebut dan satu lagi brand China lainnya,” ucapnya.

Kehadiran prinsipal terjun langsung di Indonesia tampaknya menarik perhatian banyak profesional untuk join.

Jadi, mari kita tunggu siapa saja founding fathers perusahaan baru ini di Indonesia!

(bersambung)

Related posts