Toyota Proyeksi Penjualan Naik, meski Ada Perang Tarif Donald Trump

Mobil konsep listrik Toyota FT-3e.

GETPOST.ID, Jakarta Toyota Motor Corporation (TMC) memproyeksikan penjualan 10,4 juta unit kendaraan di pasar dunia pada fiscal year (FY) 2026 (periode April 2025-Maret 2026). Volumenya naik 126 ribu unit dibandingkan FY 2025 yang berakhir pada Maret 2025.

Hal tersebut disampaikan Presiden dan CEO TMC Koji Sato saat paparan kinerja perseroan di Tokyo, Jepang, pekan lalu (8/5).

Read More

Dalam materinya, Sato-san menyampaikan kendaraan elektrifikasi Toyota (termasuk Lexus) akan berkontribusi sebesar 49,8 persen atau setara  5,18 juta unit. Naik sekitar 9 persen daripada tahun lalu.

“Rinciannya, model hybrid (HEV) proyeksinya terjual 4,6 juta unit, PHEV terjual 209 ribu unit, dan mobil listrik baterai (BEV) 310 ribu unit,” ujarnya.

Meski terkena perang tarif oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Toyota berani proyeksikan kenaikan penjualan di kawasan Amerika Utara, yakni 2,9 juta unit.

Perlu diketahui, penjualan mobil Toyota di Amerika Serikat mencapai 2,3 juta unit pada 2024. Tertinggi di kawasan Amerika Utara (termasuk Kanada dan Meksiko).

Menurut Sato, pemerintah Jepang sedang bernegosiasi dengan pemerintah Ameria Serikat terkait kenaikan tarif produk-produk otomotif asal Jepang. Kami bersikap menunggu saja hasil negosiasi pemerintah dengan harapan tarifnya bisa turun.

“Sulit memprediksi apa yang akan terjadi ke depan, tapi kami monitor situasinya setiap hari. Namun, kami sudah menyiapkan  strategi menengah dan jangka panjang di pasar Amerika Serikat,” ucapnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Proyeksikan Laba Usaha Turun

Yoichi Miyazaki, Chief Financial Officer TMC, menambahkan laba usaha TMC diproyeksi menurun menjadi 3,8 triliun yen di FY 2026, antara lain akibat struktur laba berubah dan mempertimbangkan perang tarif di pasar Amerika Serikat.

“Namun, mobil Toyota tetap populer di pasar Amerika Serikat. Model hybrid tinggi permintaannya,” katanya pada kesempatan serupa.

Fokus Toyota, lanjut Miyazaki, kontinu memproduksi mobil yang lebih baik untuk menjaga permintaan terhadap Toyota tetap tinggi. Selan itu, menjaga volume produksi di level 10 jutaan unit.

“Strategi kami di FY 2026, menambah invetasi, meningkatkan produktivitas, dan up-grade teknologi manufajtur supaya mampu memproduksi high quality vehicle,” pungkas Sato-san.

 

 

Related posts