Aion Indonesia Ungkap Strategi Besar Hadapi BYD

Booth Aion Indonesia di MUF GJAW 2024.

GETPOST.ID, Jakarta – Aion Indonesia punya modal cukup besar menghadapi pasar otomotif tahun ini. Bahkan bersaing dengan nama besar di segmen mobil listrik, BYD.

Andry Ciu, CEO AION Indonesia, menjelaskan strateginya pada tahun ini adalah strategi perakitan lokal semua mobil yang dipasarkan di Indonesia atau assembly strategy. Model pertama yang kami rakit di pabrik perakitan Aion Indonesia adalah Aion V yang dirilis pada November tahun lalu.

Read More

Aion V mulai dirakit pada Maret 2025. Kemudian pada Mei Hyptec HT dan Juni model Aion Y Plus.

“Rencana kami, semester I tahun ini sudah merakit tiga model yang dipasarkan Aion Indonesia. Dengan strategi ini, bakal makin banyak mobil Aion yang beredar di jalan raya karena distribusi unit ke konsumennya lebih cepat,” kata Andry saat media test drive Aion V di Yogyakarta, Selasa malam (4/2).

Fasilitas perakitan Aion Indonesia berada di Cikampek dengan kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun. Fasilitas ini juga menyasar pasar ekspor seperti Australia.

Media test drive Aion V 2025 di PIK, Jakarta.

Saat ini jaringan diler Aion Indonesia mencapaai 40 diler. Targetnya akan bertambah menjadi 50 diler hingga akhir tahun.

Andry mengungkapkan dengan strategi perakitan lokal, Aion Indonesia mengincar posisi sebagai salah satu pemain atas di segmen mobil listrik (EV) Indonesia. Apalagi setiap tahun segmen EV Indonesia bertumbuh.

Tahun lalu, segmen EV berkisar 5 persen di pasar otomotif Indonesia yang mencapai 850 ribu unit. Pada tahun ini, prediksinya tumbuh menjadi 7-8 persen, setara 70 ribu unit.

“Adopsi konsumen otomtif Indonesia terhadap EV makin baik,” ucapnya.

Saat ini Aion Indonesia memasarkan 3 model EV, yakni Aion Y Plus, Aion V, dan Hyptec HT.

 

 

Related posts