Buntut Kasus Ransomware, APJII Bentuk Satuan Tugas Khusus Ruang Siber Indonesia

Ketua Umum APJII Muhammad Arif di acara Diskusi Publik tentang Keamanan Ruang Siber Indonesia.

GETPOST.ID, Jakarta – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menggelar diskusi publik terkait Insiden Keamanan Siber Pusat Data Nasional yang baru-baru ini terjadi dan menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

Diskusi publik ini digelar di Jakarta, kemarin (9/7) dengan para narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Read More

Untuk membahas insiden tersebut, APJII mengundang beberapa narasumber, antara lain Ismail, Plt Dirjen Aptika Kemkominfo RI; Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi, mantan Deputi V Bidang Analisa Data Strategis Presiden Kantor Staf Kepresidenan; Antonius Ginting, pengamat dan praktisi intelijen-siber;  Muhammad Arif (Ketua Umum APJII), serta Hussein Abri Dongoran (Redaktur majalah Tempo).

“Seperti kita ketahui bersama, beberapa waktu lalu terjadi insiden keamanan siber Pusat Data Nasional yang menjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, yang sangat perlu menjadi perhatian semua. APJII sebagai komunitas ekosistem siber terbesar di Indonesia melihat, hal ini membutuhkan solusi komprehensif dan langkah-langkah antisipatif serangan siber, sehingga insiden serupa dapat kita hindari di masa depan,” ujar Muhammad Arif, Ketua Umum APJII.

Sebagai ekosistem siber terbesar di Indonesia dengan anggota 1.087 pegiat industri internet Indonesia, APJII mengajak para narasumber untuk membahas secara mendalam mengenai perkembangan dunia siber saat ini dan kaitannya dengan insiden yang baru-baru ini terjadi. Termasuk langkah konkret apa yang diambil oleh Kemkominfo dalam proses pemulihan pasca-insiden.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengetahui lebih jelas mengenai kematangan infrastruktur Pusat Data Nasional Kemkominfo, dalam mengantisipasi serangan siber nasional, sekaligus menjadi momen penting yang dapat membangun sinergi antara semua pihak terkait termasuk Kemkominfo, APJII beserta pihak terkait lainnya dalam proses pemulihan insiden tersebut.

“Di sini kami tidak dalam proses mencari siapa yang salah dan benar, tapi APJII ingin mencari dan mengajak teman-teman yang memiliki knowledge lebih dalam hal ini, Kami ingin mengajak untuk bersama-sama formulasikan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini sekaligus mendukung pemerintah membuat rumusan atau perencanaan yang matang, supaya insiden serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang,” jelas Arif.

Sebagai kesimpulan utama pada acara tersebut, Arif menyampaikan, APJII segera membentuk Satgas Khusus Ruang Siber Indonesia Tujuannya, menjadi kontributor dan akselerator utama terciptanya Ruang Siber Indonesia yang optimal. Satgasus ini akan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan Ruang Siber Indonesia baik pemerintah maupun swasta.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *