Di Balik Kesuksesan Piala Eropa Jerman: Ada 16.000 Volunteer, 4 Asal Indonesia

Volunteer Piala Eropa 2024 di Jerman.

GETPOST.ID, Jakarta – Turnamen sepak bola terbesar di benua Eropa, UEFA Euro Cup 2024, memasuki babak semifinal pada Selasa (9/7).

Partai semifinal pertama dipastikan seru, sebab mempertemukan Juara Dunia 2010 Spanyol melawan Juara Dunia 2018 Prancis. Laga ‘perang bintang’ ini digelar di Allianz Arena, Munchen, Jerman, Rabu dinihari (10/7) Waktu Indonesia Barat (WIB).

Read More

Semifinal kedua juga tak kalah sengitnya. Juara Eropa 1988, Belanda, melawan Inggris di Signal Iduna Park, Kamis dinihari (11/7) WIB.

Hingga babak semifinal tersebut, Piala Eropa tahun ini terbilang lancar dan sukses. Baik di dalam lapangan (baca: stadion) maupun di luar. Setiap pertandingan berlangsung gemuruh. Tanpa kerusuhan berarti di luar stadion. Tanpa bentrokan antarsuporter.

Nah, urusan di luar lapangan ini juga sukses berkat peran volunteer alias relawan. Mereka adalah orang-orang yang sukarela membantu panitia menyukseskan pertandingan. Tanpa bayaran.

Volunteer internasional Piala Eropa 2024 asal Indonesia.

Menurut laman resmi UEFA.com, Piala Eropa 2024 dibantu 16.000 relawan dari 124 negara. Mereka lolos seleksi dari 146.000 pelamar (aplikasi).

“Usianya rata-rata 36,8 tahun, tapi yang tertua berumur 89 tahun. Sebanyak 52,8 persen adalah pria, sedangkan 47,1 persen perempuan,” tulis laman tersebut.

Menariknya, dari 16.000 relawan itu, 4 orang berasal dari Indonesia.

Salah satu anak muda beruntung itu bernama Anggara Dwi Prasetyo asal Jakarta. Angga bertugas di Arena AufSchalke di kota Gelsenkirchen, sebagai spectator service.

Anggara Dwi Prasetyo asal Jakarta, menjadi volunteer internasional Piala Eropa 2024.

Tahapan menjadi Volunteer Piala Eropa

Kepada Getpost.id, Angga menceritakan prosesnya terpilih sebagai relawan internasional Piala Eropa 2024.

Menurut Angga yang menjadi relawan di Piala Dunia 2022 Qatar, seleksi relawan di Piala Eropa lebih sedikit tahapnya dibandingkan Piala Dunia Qatar 2022. Tahap awal kami mengisi formulir yang berisi motivasi ikut volunteer serta pengalaman apa saja yang dimiliki.

Laman UEFA.com menyebutkan, tahapan ini dimulai Juni 2023. Pendaftaran secara online di laman resmi: euro2024volunteers.com.

“Jika lolos tahap awal ini, tahap selanjutnya adalah interview. Tahap interview ini penting karena tahapan ini juga diminta menjelaskan alasan menjadi volunteer dan punya pengalaman apa saja. Setelah tahap interview, hasilnya dikiriman melalui email, diterima atau tidaknya,” ujar Angga, baru-baru ini.

Tahap interview dilakukan pada Juli-Desember 2023 dengan pengumuman pada Januari-Februari 2024.

Selama menjadi relawan di Jerman, Angga mendapat beberapa insentif dari panitia. Antara lain konsumsi selama bertugas, transportasi lokal di kota Gelsenkirchen, seragam resmi volunteer dari Adidas, asuransi jiwa dan kesehatan, serta sertifikat sebagai volunteer.

“Biaya akomodasi, tiket pesawat, dan pengurusan visa sejak awal sudah dijelaskan tidak ditanggung UEFA, federasi sepak bola Eropa. Jadi biaya itu ditanggung sendiri volunteer,” jelasnya.

Meski biaya hotel, tiket pesawat, dan visa tidak ditanggung, Angga tetap berangkat ke Jerman, karena saking cintanya pada sepak bola.

“Sebenarnya saat mendaftar ke Piala Eropa di Jerman, saya tidak ekspektasi diterima, karena ini di Eropa dan persaingannya pasti lebih ketat. Apalagi teman-teman saya dari berbagai negara yang pernah jadi relawan Piala Dunia Qatar juga ikut mendaftar. Tapi balik lagi, karena kecintaan saya terhadap sepak bola, buat saya makin semangat mendaftar ke Piala Eropa. Dan alhamdulillah saya diterima sebagai volunteer internasional Piala Eropa 2024,” pungkas Angga sambil tersenyum lebar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *