Ciri-ciri Busi Palsu, Mudah Dikenali secara Kasat Mata

GETPOST.ID, Jakarta– Salah satu komponen penting dalam sistem pengapian kendaraan bermotor adalah spark plug. Orang awam biasa menyebutnya busi. Komponen ini sangat penting baik untuk mobil maupun motor. Kesalahan dalam pemilihan busi dapat berakibat fatal. Pembakaran di ruang mesin kendaraan jadi kurang optimal.

Saat ini marak beredar busi palsu yang beredar di pasaran yang dijual melalui jalur online dan offline. Hal ini dapat merugikan konsumen. Untuk itu, agar performa mesin kendaraan tetap terjaga, sebaiknya kenali perbedaan antara busi palsu dan busi asli.

Kebanyakan busi palsu memiliki kualitas material rendah. Alhasil berdampak buruk untuk pembakaran bahan bakar di mesin kendaraan bermotor.

Busi palsu juga cepat rusak, kendaraan susah dihidupkan, mesin tidak normal alias tersendat, dan konsumsi bahan bakar pun menjadi lebih boros.

Yang paling buruk terjadi piston ikut jebol. Alamak!

“Di dalam ruang bakar kendaraan, ada tiga elemen penting pada mesin bensin yang membuat performa mesin optimal, yaitu campuran yang baik ini menyangkut kualitas dan rasio udara bahan bakar, kompresi dan percikan api yang baik,” ujar Citra Aji Sanjaya, Marketing Manager PT Niterra Mobility Indonesia (pemegang merek busi NGK) di Jakarta Selatan, kemarin (19/6).

Berikut ini adalah ciri-ciri busi palsu

Pertama, kebanyakan busi non-pabrikan atau OEM (Original Equipment Manufacturer) memiliki cetakan logo merek yang tidak tercetak rapi. Berbeda dengan busi asli yang tercetak rapi dalam tiap produksinya.

Kedua, yang harus dipahami yaitu, busi non-asli tidak memiliki kode produksi pada seluruh bagiannya.  Sedangkan busi asli memiliki kode produksi yang jelas.

Ketiga, harga jual. Biasanya busi palsu harganya lebih murah dibandingkan busi asli. Jadi, jika menemukan busi dijual jauh dari harga normal, sebaiknya Anda lupakan saja, sebab palsu.

“Konsumen sebaiknya lebih teliti sebelum membeli. Usahakan membeli di official store atau agen busi resmi,” pungkas Aji di  press conference Journalist Writing Competition.

Penulis: Ryan

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *