ArtScience Museum di Marina Bay Sands Luncurkan ‘Year of Extraordinary Women’

ArtScience Museum, Marina Bay Sands Singapura- Frida Kahlo

GETPOST.ID, Singapura– Memasuki bulan Juni ini, ArtScience Museum di Marina Bay Sands meluncurkan dua pameran seni terbarunya yang berorientasi pada kisah hidup tokoh perempuan dunia dalam pameran bertajuk Frida Forever (Frida Kahlo Exhibition)dan Goddess: Brave. Bold. Beautifulsebagai wujud realisasi tema ‘Year of Extraordinary Women’.

 

Read More

Pertunjukan besar ini membahas, merayakan, dan mengungkap kisah-kisah hidup tokoh perempuan yang hidupnya telah berdampak  kepada lingkungan masyarakat dari dekade demi dekade – mulai dari ikon perempuan dunia yang juga merupakan salah satu seniman perempuan paling berdampak dari masa ke masa, Frida Kahlo, dan juga karakter perempuan yang sangat sering ditampilkan pada film-film epik karya rumah animasi Studio Ghibli.

 

Goddess: Brave. Bold. Beautiful (Para Dewi: Berani. Percaya Diri. Anggun.), sebuah pameran yang mewah dan penuh kekuatan yang  menyoroti tokoh perempuan ikonis pada industri layar kaca dan layar lebar. Sosok ini berhasil mendobrak batasan, melawan stereotip, dan memberikan dampak feminisme melalui representasi diri mereka di dalam maupun di luar layar.  ArtScience Museum juga mempertunjukkan dua pameran baru yang merayakan seniman dan ikon kebudayaan Meksiko, Frida Kahlo, yang mengusung judul Frida Forever (Frida Selamanya).

 

Sementara itu, yang tidak kalah dinantikan, pameran The World of Studio Ghibli (Dunia Studio Ghibli) dijadwalkan untuk terlaksana pada bulan Oktober mendatang bertepatan dengan perayaan akhir tahun. Menyoroti film-film animasi Jepang ikonis yang diproduksi oleh Studio Ghibli, pameran masif yang imersif ini akan menjadi salah satu yang terbesar – menawarkan pengalaman teatrikal interaktif dalam skala yang luar biasa. Pengunjung diajak untuk berinteraksi secara langsung dengan beberapa karakter Ghibli favorit mereka, serta memasuki dimensi film-film animasi Jepang favorit seperti My Neighbor Totoro, Princess Mononoke and Spirited Away.

 

“Pameran dan program-program yang kami persiapkan untuk tahun ini akan berpusat pada perayaan sekaligus apresiasi atas hikayat kehidupan tokoh perempuan yang telah berhasil mendobrak dan melampaui narasi konvensional. Studio Ghibli telah menciptakan beberapa karya animasi yang dicintai dan diakui kualitasnya dari masa ke masa. Film-film mereka yang mewah secara visual mengeksplorasi topik-topik humanis seperti ekologi dan alam, serta banyak menampilkan beragam tokoh wanita yang berkarakter kuat, mandiri, kompleks; tetap sensitif; namun bisa dipahami maknanya. Kami akan menjadikan tahun 2024 sebagai tahun penting yang penuh kesan bagi ArtScience Museum,” jelas Honor Harger, Vice-President of ArtScience Museum at Marina Bay Sands dalam siaran pers.

 

Goddess: Brave. Bold. Beautiful

 

ArtScience Museum mengundang pengunjung untuk masuk ke dalam perjalanan visual melalui 120 tahun sejarah gambar bergerak yang akan menampilkan rangkaian tokoh penting dalam layar lebar dari masa Hollywood klasik dan Asia masa kini yang dikemas secara mewah dan eksklusif.

 

Menyambungkan narasi yang direpresentasikan oleh isi film dan televisi dari masa ke masa, Goddess menyorot penggambaran evolusi perempuan seiring dengan inisiatif seniman perempuan untuk menggabungkan kualitas mega bintang yang mereka miliki dengan keuletan dan kerja keras dalam membentuk peran yang memang mereka inginkan; mengambil kendali kreatif; serta menavigasikan diri melalui seluk beluk bias yang nyata dalam industri ini.

 

Menampilkan tokoh-tokoh legendaris seperti Marilyn Monroe, Dorothy Dandridge, dan Michelle Yeoh yang perjalanan karirnya merefleksikan perjuangan perempuan melawan stereotip gender konservatif dan rasial. Tidak lupa, pameran ini memperlihatkan bagaimana salah satu karakter terkenal seperti femme fatale mengkonfrontasi persepsi dan perlakuan masyarakat terhadap perempuan yang sebenarnya. Pameran ini menawarkan persepsi baru terhadap karya perfilman serta momen-momen yang direpresentasikannya.

 

Kisah-kisah ini akan diungkapkan melalui delapan (8) zona, yang menampilkan lebih dari 150 harta karun sinematik dan momen-momen nyata di balik layar; seperti karya fotografi, arsip dokumen, serta proyeksi visual digital. Terdapat juga 19 pasang kostum asli yang digunakan ketika syuting oleh Marilyn Monroe, Zendaya, Billy Porter, Tilda Swinton, dan Zhang Ziyi, yang tentunya berlawanan dengan aturan mode yang bersifat kaku dan tradisional. Hal tersebut menjadi salah satu cara para selebriti ini mempertanyakan kembali persepsi mengenai gender di masyarakat.

 

Diproduksi oleh Australian Centre for the Moving Image (ACMI), lembaga terkemuka Australia yang mengapresiasi film, TV, dan game melalui pameran, pemutaran film, dan acara-acara yang berlokasi di Melbourne, iterasi baru ini diciptakan melalui kolaborasi dengan ArtScience Museum juga menyoroti tokoh-tokoh film di Asia yang telah meninggalkan kesan mendalam pada para penggemar serta memainkan peran profesif dan menginspirasi dalam pergeseran nilai-nilai sosial dan budaya.

 

Selain menampilkan legenda opera Tiongkok Yam Kim-fai dan ikon-ikon film Asia Lisa Lu, Gong Li, Joan Chen, serta Tang Wei, bagian baru dalam pameran ini juga menunjukkan tiga aktris – Saloma, Maria Menado, dan K Fatimah – dari masa keemasan sinema Melayu di Singapura yang berlangsung dari tahun 1940an hingga 1970an.

 

Selain itu, aktris Singapura Fann Wong telah bergabung dengan deretan pahlawan wanita tangguh dan memukau dalam “Goddess”, setelah menunjukkan kemampuan bertarungnya dalam berbagai film dan serial TV lokal yang mengesankan. Fann Wong juga menjadi aktris Singapura pertama yang mendobrak pintu Hollywood, di mana beliau berperan sebagai tokoh utama, Chon Lin, dalam film aksi-komedi “Shanghai Knights” (2003) bersama Jackie Chan dan Owen Wilson.

 

Frida Forever (Frida Selamanya)

 

Hingga tanggal 1 September, ArtScience Museum menyelenggarakan sesi eksklusif yang mengeksplorasi kisah hidup dan karya Frida Kahlo, seniman perempuan dan ikon kebudayaan dari Meksiko. Bertajuk “Frida Forever”, pameran ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat lebih dekat dan melangkah masuk ke dalam narasi kehidupan Frida yang penuh warna melalui dua instalasi seni menarik yang akan membawa pengunjung menelusuri momen-momen penting yang mengubah dan menginspirasi karyanya.

 

Dikenal karena kekayaan warna dan simbolismenya, karya seni Frida menceritakan pengalaman pribadinya dan mencerminkan semangat, perjuangan, serta ideologi Frida Kahlo yang berkembang selama beberapa dekade. Frida sering melukiskan potret dirinya menggunakan citra dirinya untuk menjelaskan beberapa topik yang kompleks, mendobrak batasan dengan pembawaan sisi feminin dirinya yang asli dan tanpa kompromi tentang kewanitaan, rasa sakit, kematian, tubuh manusia, dan identitas. Pada musim ini, pengunjung akan menemui beberapa fase kehidupan Frida dan merayakan dampak signifikan yang terus Frida tuangkan tidak hanya melalui karya-karya seninya, namun juga pada dunia mode, budaya pop, feminisme, dan banyak lagi – bahkan setelah 70 tahun sejak kepergian Frida.

 

Dalam pameran seni perdananya di Asia Tenggara ini, Frida Kahlo: The Life of an Icon merupakan seni yang mengisahkan perjalanan kehidupan mengenai karya Firda sebagai seorang seniman, dimulai dari momentum penting di masa kanak-kanaknya sampai kepada insiden yang membentuk Frida menjadi seorang seniman yang terkenal akan semangat ketangguhan yang kuat dan tak tergoyahkan. Diprakarsai oleh Layers of Reality dan Frida Kahlo Corporation, pameran ini akan membawa pengunjung memasuki delapan (8) ruang tematik yang berisikan karya fotografi, film, teknologi multi-layered, instalasi seni interaktif, proyeksi 360°, serta ruang interaktif yang menghidupkan kembali kisah Kahlo.

 

Salah satu sorotan pameran ini adalah dramatic technicolour gallery atau galeri teknik warna dramatis yang menampilkan biograsi mendalam Frida Kahlo. Instalasi pameran 360° yang berdurasi selama 30 menit ini akan membawa pengunjung menjelajahi linimasa kehidupan Frida Kahlo dari masa kecil hingga ujung hayatnya, menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan kisah hidupnya, semangat, kebahagiaan, serta kesedihannya yang disampaikan melalui karya seninya dalam bentuk fotografi, film, animasi, dan sastra.

 

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *