PANDI Rilis IDChain dan Dompet Digital e.id supaya Indonesia Berdaulat Digital

PANDI rilis Indonesia Berdaulat Digital di PANDI Meeting 14 di Jakarta.

GETPOST.ID, Jakarta – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) meresmikan “Indonesia Berdaulat Digital (IBD)” dengan meluncurkan IDChain dan aplikasi dompet digital e.id di Jakarta, Kamis (16/5). IDChain dan e.id upaya PANDI menjaga integritas wilayah digital Indonesia.

IDChain merupakan kertas putih “Infrastruktur Identitas Digital Terdesentralisasi Berbasis Teknologi Blockchain”. Terhubung peluncuran tersebut, bersama  PT Peruri, PANDI juga memacu kolaborasi ke arah pemanfaatan teknologi Blockchain sebagai Identitas Digital.

Read More

Ketua PANDI John Sihar Simanjuntak mengatakan identitas digital yang berintegritas merupakan salah satu kunci Indonesia Berdaulat Digital. Blockchain sebagai teknologi desentralisasi dan bersifat tidak dapat diubah (immutable), merupakan metode tepat untuk mewujudkannya.

“IDChain secara konseptual jaringan Blockchain untuk meningkatkan keamanan identitas digital dan memberdayakan pengguna dengan memberikan kontrol atas data pribadi mereka. Sementara aplikasi e.id adalah dompet identitas yang dirancang mengelola identitas digital, mengintegrasikan domain .id, alamat web3, dan dokumen identifikasi resmi seperti kartu identitas dan paspor, menjadi identitas digital terpadu,” ujar John dalam acara PANDI Meeting 14: Indonesia Berdaulat Digital (IBD) di Jakarta, Kamis (16/5).

Nota kesepahaman antara PANDI dan Telkomsel di PANDI Meeting 14.

Agenda PANDI Meeting 14: Indonesia Berdaulat Digital berlangsung selama dua hari: pada 16- 17 Mei 2024. Acara ini menjangkau pembahasan sekitar tata kelola, industri dan aspek teknikal Nama Domain .id.

Ada pula laporan Hasil Survey Pasar Nama Domain, acara internasional Asia Pacific Domain Name System Forum (APAC DNS) 2024, serta Internationalized Second Level Domain Name (SLD IDN) aksara Bali.

Menkominfo RI Budi Arie Setiadi dalam pidato utamanya menjabarkan terkait Visi Indonesia Digital 2045 serta keterhubungannya dengan Indonesia Berdaulat Digital. Senada dengan gagasannya yang disampaikan dalam berbagai kesempatan, transformasi digital merupakan keniscayaan yang perlu disambut dengan mempersiapkan SDM dan teknologi.

Dalam visi Indonesia Digital 2045, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital nasional merupakan kunci paling penting.

PANDI Meeting 14 di Jakarta.

Task Force Judi Online

Di acara PANDI Meeting 14: Indonesia Berdaulat Digital,  salah satu sesi sentral adalah FGD Task Force Judi Online yang melibatsertakan Kominfo RI dan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara).

Aidil Chendramata, Wakil Ketua PANDI Bidang Operasi Registri, Riset dan Pengembangan, menjelaskan judi online merupakan persoalan yang sangat penting ditangani. Kerugian akibat judi online mencapai triliunan rupiah pada 2023. Sepanjang tahun lalu, sekitar 168 juta transaksi judi online dengan nilai Rp 327 trilliun. Sebanyak 2,7 juta pemain judi dari Indonesia dan 2,1 juta anak muda.

“Sementara jumlah konten judi yang telah dinonaktifkan (suspend) pada 9 bulan terakhir sebanyak 1,6 juta nama domain. Dua kali lipat jumlahnya dibandingkan periode 2017-2013. Karena itu, dibutuhkan kerja sama antar instansi dan masyarakat untuk memeranginya. Salah satunya, PANDI berkontribusi dalam menjadi pemanfaatan nama domain .id yang bersih dari judi online,” jelasnya.

Sosialisasi Kebijakan Domain .id

Pada kesempatan serupa, PANDI juga akan menyosialisasikan berbagai materi pengembangan kebijakan nama domain. Antara lain persyaratan pendaftaran nama domain .co.id, .net.id dan .web.id serta terkait Nama Domain Premium, Nama Domain Terbatas, dan usulan SLD baru.

Sejak pembukaan masa uji publik sejak 20 April 2024, publik masih dapat memberikan masukannya terhadap materi pengembangan Kebijakan Nama Domain tersebut sampai 20 Mei 2024 melalui formulir s.id/masukanpublik, atau mengirimkan surel:  kebijakan@pandi.id.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *