Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo Dukung Usulan Ali Sadikin Sebagai Pahlawan Nasional

Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977.

GETPOST.ID, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977 Ali Sadikin sedang diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Hal tersebut terungkap dalam seminar nasional pengusulan calon pahlawan nasional Ali Sadikin, bertajuk ‘Dari Gubernur Pejuang menjadi Rakyat Pejuang’ di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (UI), Depok, kemarin (22/2).

Read More

Dalam seminar itu, Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta 2007-2012, menjadi pembicara kuncinya.

Fauzi Bowo alias Bang Foke menyambut baik pengusulan Ali Sadikin menjadi pahlawan nasional. Bang Foke mengaku menadi bagian dari tim Ali Sadikin yang masih hidup.

“Saya termasuk bagian dari laskar Ali Sadikin yang masih tersisa. Barang kali juga saya anak didik Ali Sadikin sampai pencalonan saya dan menjadi Gubernur Jakarta,” kata Bang Foke bersemangat.

Menurutnya, Ali Sadikin layak menjadi pahlawan nasional karena merupakan salah satu figur pemimpin demokratis di ibukota Jakarta. Gubernur Jakarta 1966-1977 ini pun menjunjung tinggi dan memperjuangkan hak kebebasan setiap orang dalam mengekpresikan diri.

“Terlepas dari kontribusi Ali Sadikin sejak menjadi bagian dari marinir, Gubernur Jakarta, dan Menteri Perhubungan Laut semasa pemerintahan Sukarno, sosok Ali Sadikin juga memiliki pandangan bahwa kekuasaan harus terbatas dan yang membatasi kekuasaan adalah kemanusiaan atau kehendak rakyat dan kepentingan umum,” ujarnya.

Selama memimpin Jakarta, lanjut Bang Foke, Bang Ali, sapaan akrab Ali Sadikin, berkontribusi besar pada pembangunan ibu kota Jakarta. Bahkan, beliau lah yang membangun pondasi Jakarta modern dan kita hanya melanjutkan apa yang sudah dibangunnya.

Bezoek aan Nederland van de gouverneur van Djakarta Ali Sadikin
*27 augustus 1975

Milestone Ali Sadikin di Jakarta

Beberapa milestone Bang Ali dalam pembangunan Jakarta, antara lain Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ismail Marzuki Cikini, pembangunan gang MHT, dan sebagainya.

Catatan Bang Foke, bagi Bang Ali kekuasaan harus diselenggarakan berdasar hukum dan bukan hukum dijalankan berdasarkan kekuasaan.

Pada kesempatan itu, Bang Foke menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim penyusun usulan tersebut. Menurutnya, hampir tanpa celah bahkan beberapa referensi yang dikutip hampir terlupakan.

“Saya berharap baik narasumber maupun peserta seminar dapat membahas hingga naskah ini menjadi sempurna,” pungkas dia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :