Tingkatkan Daya Saing Perikanan di Tingkat Global, KKP Kolaborasi dengan UNIDO

Kementerian Kelautan dan Perikanan

GETPOST.ID, Jakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menandatangani kemitraan strategis bersama lembagai Perserikatan Bangsa-Bangsa, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), untuk meningkatkan daya saing produk perikanan khususnya udang dan rumput laut Indonesia di pasar global. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat produksi, standar mutu, dan diversifikasi produk olahan udang dan rumput laut, serta membuka peluang baru melalui Global Quality and Standards Programme (GQSP) Indonesia, yang dibiayai oleh hibah dari Pemerintah Swiss melalui Secretariat for Economic Affairs/SECO.

Program Kerjasama ini diresmikan dalam sebuah acara yang melibatkan perwakilan dari KKP, UNIDO,pada hari ini di Kantor KKP yang dihadiri oleh Kementerian/Lembaga dan semua mitra yang bekerja sama dalam program GQSP. Program ini akan berlangsung selama 3,5 tahun ke depan, dengan fokus pada upaya kolaboratif meningkatkan produktivitas dan mutu produk perikanan khususnya udang dan rumput laut. Kemitraan ini sebelumnya telah berlangsung sejak tahun 2013 melalui program SMART-Fish 1 (2013-2019) dan SMART-Fish 2 (2019-2023), dan sekarang dilanjutkan dengan GQSP Indonesia atau SMART-Fish 3 (2023-2026).

Read More

GQSP Indonesia Fase 2 bertujuan membangun fondasi yang telah diletakkan selama Fase GQSP 1 dan memperdalam intervensi dengan menambahkan area baru termasuk spesies baru dan produk baru serta kontribusi terhadap aspek mitigasi dan adaptasi perubahan iklim untuk mengubah rantai nilai udang, dan rumput laut. Selaras dengan program prioritas kebijakan Ekonomi Biru untuk meningkatkan pembangunan ekonomi, ketahanan masyarakat dan ekosistem melalui mitigasi dan adaptasi perubahan iklim untuk mencapai 3 (tiga) hasil yaitu: kompetensi teknis dan keberlanjutan Sistem Infrastruktur Mutu Nasional yang ditingkatkan, kepatuhan Unit Pengolahan Ikan skala mikro dan kecil dengan standar internasional dan peraturan teknis yang diperkuat, dan terciptanya lingkungan budaya mutu yang kondusif.

Baca:
– Menteri Zulkifli Resmikan Domart, Minimarket Pertama yang Jual 100 Persen Produk Indonesia di Malaysia  

Kementerian Kelautan dan Perikanana

“Kami berharap program GQSP ke depannya terus bisa harmonisasi serta menyatu dengan arah kebijakan sehingga produktivitas budidaya pasar ekspor serta pelaku usaha serta mitra-minta menjadi lebih baik untuk mendapatkan sertifikasi ekspor. Hal ini bisa memfasilitasi perdagangan ikan internasonal serta sektor perikanan jadi memiliki daya saing di pasar gloibal,” kata Widia Rusyanto Director of procerssing and quality decelopment DG Product and competitiveness MMAF dalam siaran pers, Selasa 15 Agustus 2023.

Standar adalah garda terdepan dalam memastikan produk perikanan kita memenuhi persyaratan nasional maupun internasional. sehingga Standar Nasional Indonesia (SNI) produk perikanan dan produk perikanan non pangan sangat dibutuhkan oleh kita semua. Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) dalam meningkatkan standar mutu produk telah berhasil menyusun 16 Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk perikanan pangan dan non-pangan. Ini merupakan tonggak penting dalam menjamin mutu dan keamanan produk dan memperkuat citra positif produk Indonesia di pasar internasional. 480 pembina mutu Pusat hingga Daerah telah dillibatkan untuk memastikan bahwa praktik-praktik terbaik dan standar mutu diterapkan secara konsisten di seluruh rantai nilai produk perikanan.

Alat penting dalam meningkatkan daya saing adalah pengembangan panduan Risk Profiling/Ranking. Panduan ini memungkinkan pelaku usaha dan industri untuk mengidentifikasi risiko potensial dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi dampaknya. Langkah ini berkontribusi dalam membangun ketahanan dan ketangguhan sektor perikanan Indonesia. Dalam mendukung UPI skala mikro dan kecil, peningkatan kapasitas  teknis SDM telah diberikan kepada 932 personal untuk memperkuat kapabilitas dan pengetahuan dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi sehingga 88 UPI skala mikro dan kecil binaan tersebut berhasil memperoleh Sertifikat Kelayakan Pengolahan/sertifikat GMP (Good Manufacturing Practices). UPI Skala Mikro dan Kecil di Tarakan produknya telah berhasil menembus pasar ekspor Malaysia. Selanjutnya, 16 Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pengelolaan udang, rumput laut, ditambah bandeng, dan patin yang telah dikembangkan. SOP ini menjadi panduan penting bagi pelaku usaha untuk menjalankan operasi mereka secara efisien dan berkualitas tinggi.

Kemitraan antara KKP, SECO dan UNIDO diharapkan terus terjalin dengan baik dan dapat membawa hasil yang luar biasa dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Capaian ini bukan hanya tentang peningkatan produktivitas dan mutu, tetapi juga memberdayakan para pelaku usaha lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam fase baru ini diharapkan juga akan memberikan perhatian khusus pada peningkatan produktivitas dan mutu udang yang merupakan bagian penting dari sektor perikanan Indonesia. Selain itu, meningkatkan potensi rumput laut untuk produksi jenis-jenis baru, termasuk Ulva dan Caulerpa, serta mengakselerasi hilirisasi dan peningkatan nilai tambahnya melalui diversifikasi, dan mendorong praktik produksi yang berkelanjutan. Permintaan pasar dunia akan produk udang yang ramah lingkungan kian meningkat dengan harganya yang premium.

Dan sebagai salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi tinggi mengisi permintaan industri agar dan karaginan di dalam negeri, serta meningkatkan market share dunia untuk produk nilai tambahnya dan tidak lagi didominasi ekspor dalam bentuk bahan mentah. Peningkatan produksi rumput laut merupakan langkah yang sangat strategis dengan merencanakan sentra-sentra produksi rumput baru di Indonesia timur termasuk di Wakatobi dan Maluku Tenggara serta Nusa Tenggara Timur.  KKP dan UNIDO akan terus bekerja bersama mitra lainnya untuk meraih kemajuan yang lebih besar di masa depan, dan memastikan bahwa produk kelautan dan perikanan Indonesia terus bersinar di panggung global.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *