Kampanyekan ‘Menu Lezat Sehat Alami Bebas Gluten’, Marisza Cardoba Foundation Kolaborasi dengan Gudeg Mbah Putri

makanan alami bebas gluten

GETPOST.ID, Pekanbaru– Selaras dengan kampanye Pemerintah Republik Indonesia “Indonesia Spice Up The World”, Marisza Cardoba Foundation (MCF) bekerjasama dengan Gudeg Mbah Putri (GMP) meluncurkan video edukatif bertajuk ‘Cita Rasa Jawa Dari Bumi Sumatera’ sebagai upaya mengedukasi masyarakat dalam penerapan pola makan sehat alami bebas gluten untuk meminimalisir risiko terkena berbagai penyakit, termasuk autoimun.

Dalam video edukatif tersebut, MCF mengajak masyarakat untuk menghindari makanan yang mengandung 6P (Pestisida, Pewarna buatan, Pengawet buatan, Penyedap buatan, Perasa buatan, Pangan rekayasa genetika). Dengan mengandalkan rempah-rempah alami dari bumi Nusantara, tidak hanya makanan menjadi jauh lebih lezat, namun juga memiliki manfaat kesehatan. Makanan sehat alami sangatlah penting bagi keberlangsungan Orang Dengan Auto Imun (ODAI).

Read More

Pendiri MCF yang juga ODAI, Marisza Cardoba menjelaskan, “MCF secara masif mengedukasi masyarakat tentang penyakit autoimun dan mengajak masyarakat untuk berpola hidup sehat dimulai dari mengonsumsi makanan sehat alami demi kualitas kesehatan yang lebih baik.”

Penyakit autoimun banyak menyerang saraf, sendi, dan otot yang dapat mengganggu fungsi gerak, bahkan beberapa penyakit autoimun mengakibatkan kondisi disabilitas.

Baca:
– Liburan Desember Ditemani Coklat Sigi Sulteng, Ini Resep Lezatnya
– Perdana, Plaza Indonesia Culinary Festival Tawarkan Savor the Flavor

Video Citarasa Masakan Jawa dari Bumi Sumatera: Lezatnya Menu Sehat Alami Bebas Gluten” dapat disimak melalui akun AUTOIMUN.ID di kanal YouTube. Video ini terdiri dari segmen diskusi kesehatan bersama narasumber pakar dan penyintas yang diselenggarakan di Pekanbaru Riau, dan segmen “live cooking” di Lasuang Kamba Farm – Bukittinggi – Sumatera Barat.

Pada salah satu segmen di video tersebut, dr. Erwin Christianto SpGK, MGz menyampaikan, “Kenali apa yang kita makan, kenali apa yang membuat atau yang merugikan tubuh kita dulu, kemudian ambil langkah-langkah kecil dulu, dan tidak perlu terlalu drastis. Penting untuk menghindari makanan yang mengandung gluten, terutama yang memiliki kondisi khusus seperti autoimun.”

Gluten adalah salah satu jenis protein yang terkandung pada biji-bijian tertentu.  Gluten banyak terkandung pada produk roti dan kue, aneka saus dan bumbu masak kemasan, pasta, gandum dan produk turunannya, haver (oat) dan sebagainya. Pada makanan seperti roti, gluten dapat membantu memperbaiki tekstur agar lebih baik (empuk). Namun, tidak semua orang bisa mengonsumsi makanan yang mengonsumsi senyawa protein ini, terutama terhadap mereka yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi gluten dapat berakibat pada kerusakan pencernaan ketika memakannya, dengan gejala awal seperti diare, perut kembung, nyeri perut, dan tidak nyaman pada bagian perut.

“Asup makanan kita pada jam yang selalu sama setiap harinya,” ujar dr. Erwin.

Lebih lanjut dr. Erwin menambahkan, “Menu-menu khas Nusantara yang alami merupakan pilihan tepat karena selain enak, juga banyak mengandung zat gizi yang seimbang. Penting untuk diingat agar menu yang dikonsumsi bervariasi dan bukan itu-itu saja.”

ODAI Inspiratif sekaligus Pendiri Gudeg Mbah Putri (GMP), Yeviani Oktora menyampaikan, “Jangan tunggu sakit untuk mulai menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup maupun pola makan saya dulu tidak sehat, utamanya kesulitan untuk tidur. Saya pernah tidak tidur selama satu minggu penuh dan selama beberapa tahun mengonsumsi obat tidur hingga terdiagnosa autoimun beberapa jenis sekaligus, termasuk AIHA, APS dan Lupus.”

Baca:
 Santapan Legendaris, Ini 10 Kuliner Khas Daerah Indonesia
– Polusi Sumber Masalah untuk Tubuh, Ahli Gizi Rekomendasi 5 Makanan Ini

Yeviani mengutarakan rasa syukurnya berhasil meraih kondisi kesehatan yang semakin baik setelah menerapkan pola hidup sehat, “Pertemuan dengan MCF sangat mengubah hidup saya, wawasan dan motivasi semakin meningkat. Banyak kelas pengolahan makanan sehat di MCF yang telah saya ikuti”. “Sedapat mungkin pilihlah bahan baku yang bersertifikasi organik, atau setidaknya alami. Jangan mengolah sayuran lebih dari 40 derajat Celcius, Jika ingin mengkonsumsi makanan bersantan, pastikan santannya tidak dididihkan, apalagi berulang,” imbuh Yeviani penuh semangat.

Marisza Cardoba, pendiri MCF yang juga merupakan Inspirator Nasional PUSPA Kementerian PP-PA berharap bahwa video ini dapat menjadi sarana untuk mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk menerapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi menu-menu khas Nusantara. “Semoga video ‘Cita Rasa Jawa Dari Bumi Sumatera’ yang mengkampanyekan ‘Lezatnya Menu Sehat Alami Bebas Gluten’ ini dapat menginspirasi masyarakat dalam mengolah bahan baku makanan untuk sajian yang sehat bagi ODAI dan keluarga sebagai bagian dari penanggulangan autoimun dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Marisza.

Prevalensi Autoimun

Penyakit autoimun menduduki peringkat ke-3 penyakit mematikan di Amerika Serikat dan menyerang 15,9% penduduknya.  Marisza menjelaskan, “Prevalensi autoimun di Indonesia belum tersedia data registrasi secara rinci, namun besar kemungkinan tidak jauh berbeda dengan kondisi di Amerika Serikat.”

Marisza Cardoba Foundation (MCF)

Ketua Umum MCF, Dr Lilik Sudarwati A. S.Psi, MH menjelaskan bahwa MCF adalah organisasi nirlaba yang menjadi mitra pemerintah untuk mengedukasi pentingnya penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan autoimun dan meningkatkan kualitas kesehatan penyintasnya.

MCF didirikan pada tahun 2012 oleh Marisza Cardoba (ODAI) dan Prof.DR.dr.Aru W. Sudoyo SpPD, KHOM berdasarkan Akta Pendirian Yayasan Marisza Cardoba Indonesia Notaris Trismorini Asmawell S.H. di Jakarta Selatan dan disahkan negara melalui SK Kementerian Hukum & HAM RI No.AHU-AH.01.06-0014040.

Dalam upaya mewujudkan visi dan misinya, MCF senantiasa membangun kerjasama dengan berbagai pihak strategis seperti akademisi, dunia usaha dan lembaga profesi, komunitas, pemerintah, serta media. Ada 3 kegiatan utama yang dilakukan oleh MCF, yakni edukasi, pendampingan dan pemberdayaan.

Edukasi dilakukan secara massif melalui kampanye media sosial autoimun.id penerbitan buku-buku tentang autoimun, film dokumenter, serta seminar dan webinar.

Pendampingan dilakukan dengan menyelenggarakan sesi tatap muka berkala, maupun serentak melalui media WhatsApp, dimana telah dibentuk tim yang memudahkan interaksi antara ribuan ODAI di seluruh Indonesia yang dibina MCF dengan para ahli.

Pemberdayaan menitikberatkan pada pelatihan seputar produksi pangan sehat serta produk lainnya yang alami, dilakukan secara offline maupun online, baik yang sepenuhnya dibiayai oleh negara/ dukungan sponsor maupun yang berbayar dengan harga yang terjangkau. Terdapat lebih dari 300 ODAI yang telah menerima pembinaan dan pelatihan ini. Untuk mendorong ODAI agar lebih berdaya lagi, MCF bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI) juga secara rutin setiap tahunnya di bulan September menyelenggarakan acara penghargaan bagi ODAI dan pemerhati autoimun inspiratif.

MCF juga akan segera meluncurkan PASARBAIK.ID yakni suatu akun di platform Instagram yang mempromosikan hasil karya ODAI binaan MCF. “BAIK” berasal dari “Buah Karya Penyintas Autoimun Kreatif”. MCF berharap melalui PASARBAIK.ID  dapat memperbaiki stigma yang melekat pada ODAI sebagai orang yang lemah, menjadi sosok tangguh, kreatif dan inspiratif. Diharapkan kelak mereka akan menjadi panutan di kalangan pegiat hidup sehat serta masyarakat berprestasi.

Membangun kesadaran masyarakat Indonesia tentang penyakit autoimun, dan mendorong penerapan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS) bagi masyarakat Indonesia, serta memberdayakan ODAI Indonesia merupakan bagian dari misi utama ‘Program Nasional Senyum Indonesiaku’ yang diresmikan pada tahun 2015 lalu oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak RI, Prof.DR. Yohana Susana Yembise, Dipl.Apling, MA bersama MCF. Dimana pada kesempatan tersebut juga turut diresmikan bulan September sebagai Bulan Peduli Autoimun Nasional (BPAN).

Gudeg Mbah Putri (GMP)

Gudeg Mbah Putri (GMP) adalah sebuah unit usaha skala kecil di Pekanbaru yang didirikan oleh Yeviani Oktora (41), salah satu ODAI (Orang Dengan Auto Imun) yang hampir kehilangan kesempatan untuk dapat produktif berkarya. Serangkaian gejala yang dialami sempat menyurutkan semangat hidupnya. Beruntung Yevi, demikian ia akrab disapa, bersuamikan Budi yang tak pernah lelah mendampinginya dan membangkitkan semangat juangnya. Pertemuan Yevi dengan Marisza Cardoba, sesama ODAI yang merupakan pendiri yayasan autoimun Marisza Cardoba Foundation (MCF), telah memberikan warna baru dalam perjalanan hidup Yevi. Ia berhasil menjadi ODAI  yang berhasil hidup berkualitas melalui penerapan pola hidup sehat yang berkesinambungan, khususnya pola makan sehat.

Menyadari bahwa banyak ODAI yang tidak seberuntung dirinya, Yevi giat mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatannya. GMP adalah wadah Yevi untuk menyalurkan bakat memasaknya sembari terus mempromosikan pola makan sehat alami kepada masyarakat luas khususnya wilayah Pekanbaru. Yevi bertekad untuk menyajikan masakan khas nusantara warisan nenek moyang yang kaya akan rempah serta manfaat kesehatan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

1 comment