Hati-hati dengan Oil Sludge bikin Bensin Boros, Ini Penjelasannya

Auto2000 oli

 

GETPOST.ID, Jakarta- Pemilik kendaraan roda empat mungkin ada yang belum mengetahui istilah  oil sludge pada oli mesin. Oil sludge merupakan lumpur atau gumpalan oli yang terbentuk di dalam rongga mesin akibat beberapa kesalahan perilaku pemilik mobil. Jika didiamkan dapat berbahaya, bahkan membuat komponen mesin rontok.

Read More

Bentuknya seperti gel atau lumpur yang tebal, oil sludge merupakan kotoran hasil oksidasi yang terbentuk karena adanya endapan, sisa pembakaran, atau kerak oli yang bercampur dengan pelumas baru. Sisa pembakaran ini akan menggumpal dan menempel pada permukaan komponen mesin.

Dampak Buruk Oil Sludge

Sludge atau lumpur akan menyumbat saluran oli mesin yang kecil sehingga mesin tidak dapat bekerja secara optimal. Akibatnya, mesin akan lebih cepat panas dan kinerja sistem pendingin mesin semakin berat. Alhasil, performa mesin turun yang membuat konsumsi bensin lebih boros.

Risiko paling besar yaitu bila masalah gumpalan oli dibiarkan, yang bisa menyumbat saluran oli, alhasil sirkulasi oli mesin terhambat. Efeknya akan membuat kemampuan melindungi gesekan antar komponen pun hilang dan mesin jebol. Tentu ini akan menguras kantong AutoFamily untuk perbaikannya, yang harus melakukan turun mesin. Berikut beberapa pemicu terbentuknya lumpur oli.

Baca:
 Cuaca Panas yang Esktrem, Waspadai Komponen Mobil

  1. Pakai Oli Mesin Berganti-ganti Merek

Setiap pelumas sudah dibuat dengan formula yang menyesuaikan materi dan karakter mesin, termasuk dalam penggunaan zat aditif. Sehingga, setiap merek oli akan memiliki kandungan zat aditif yang tidak sama dengan oli lainnya. Sludge muncul akibat kedua merek oli tersebut tidak dapat bercampur dan menyisakan endapan lumpur.

  1. Beda Jenis dan Tipe Oli Mesin

Meskipun dari merek yang sama, oli mesin memiliki grade kualitas yang berbeda-beda, mulai dari oli mineral, semi dan full sintetik. Ketika sering ganti jenis dan tipe oli, bisa mempengaruhi mesin mobil. Seperti performa dan proteksi mesin turun, memicu kerusakan pada seal, umur mesin yang lebih singkat, termasuk menimbulkan lumpur oli seiring meningkatnya kotoran mesin.

  1. Pakai Oli Palsu

Oli mesin palsu dijamin tidak memiliki kualitas yang sama dengan oli mesin original. Penggunaan oli palsu secara terus menerus akan merusak mesin karena dipastikan tidak memiliki daya lindung dan daya lumas yang sesuai kebutuhan. Dan yang pasti, menghasilkan endapan lumpur karena senyawa kimianya rusak dan mengendap bersama kotoran mesin.

Baca:
– Lebih Efisien, All-New Astra Toyota Agya Resmi Diluncurkan
– Hari Ini, Toyota Indonesia Luncurkan Global New Kijang Innova Hybrid

  1. Tidak Ganti Filter Oli

Filter oli berfungsi untuk menyaring kotoran pada oli mesin yang dibawa dari ruang mesin. Ketika filter oli tidak pernah diganti, maka kotoran akan mengendap di saringan oli dan membentuk gumpalan oli. Jika diabaikan, maka gumpalan tersebut akan menutup filter oli dan membuat sirkulasi oli mesin terhambat.

Baca:
– Persiapan Musim Hujan, Tips Perawatan Shock Breaker agar Bekerja Optimal

Cara Mencegah Munculnya Oil Sludge

Demi mencegah kondisi yang dapat membuat mesin mobil rusak  dan kerusakan meluas sehingga membutuhkan biaya perbaikan yang besar, sebaiknya lakukan service berkala di bengkel Auto2000 atau layanan THS – Auto2000 Home Service.

Hal ini juga melindungi resiko dari salah beli oli mesin, terhindar dari peredaran oli palsu yang sedang marak saat ini.  Dengan Servis Berkala di Auto2000, oli mesin akan diganti dengan Toyota Motor Oil (TMO) yang dijamin original dan sesuai kebutuhan mesin. Filter oli juga akan diganti untuk menjaga performanya dan memastikan tidak ada endapan lumpur oli di dalamnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment