Laporan dari Qatar: Pengalaman Menginap di Fan Village Cabin untuk Penonton Piala Dunia 2022

GETPOST.ID, Qatar- Eforia Piala Dunia 2022 di Qatar menghipnotis pecinta bola di seluruh dunia. Tak sedikit yang langsung terbang ke salah satu negara terkaya di dunia itu. Salah satu dewan redaksi Getpost.id yaitu Pasya Usman melaporkannya di tengah-tengah keriuhan menonton pertandingan secara langsung di Ahmad Ali Stadium.

Untuk menampung fans sepakbola dari seluruh dunia, FIFA dan pemerintah Qatar menyiapkan akomodasi beragam. Dari yang termahal dengan tarif puluhan juta rupiah per malam di hotel mewah hingga tarif “terjangkau” Rp 2 jutaan di Fan Village.Di Doha, jantung ekonomi dan bisnis Qatar. Dibangun tiga Fan Village, yakni Fan Village Cabins Zafaran, Ras Bu Fontas, dan Rawdat Al Jahhaniya. Fan Village Cabins juga ada di Free Zone, di luar Doha.

Ya, Fan Village, salah satu akomodasi yang disiapkan untuk fans sepakbola dari seluruh dunia dengan tarif terjangkau.Beruntung, Pasya Usman, dapat pengalaman menginap di Fan Village Cabins Zafaran, Lusail, Doha. Maklum dipesan sejak Juni lalu, 6 bulan silam!

Fan Village Cabins Zafaran dibangun di tengah gurun di Lusail Sport Complex.Sesuai namanya, akomodasi ini mirip kabin atau karavan. Bentuknya persegi panjang, seperti kontainer atau peti kemas. Tapi bukan peti kemas “bekas” yang disulap jadi “kamar hotel”.

Fan Village Cabin Qatar (Foto: Pasya Usman)

Ini dibangun baru dari material plastik keras dengan “sasis” baja sehingga sangat kokoh.Setelah antre cukup lama bersama ratusan fans internasional di meja resepsi, Pasya mendapat kabin di Blok B11 No 23.

Setelah mendapat kunci, golf car sudah disediakan mengantar fans ke kabinnya Beruntung makin sore, yang check in tidak seramai siang hari, sehingga Pasya tidak perlu antre naik golf car.

“Sore itu, saya hanya berdua saja bersama seorang fan perempuan asal Zimbabwe.Saya pendukung timnas Amerika Serikat,” kata perempuan itu saat ditanya di atas golf car.

Dari reception desk ke kabin cukup jauh bila berjalan kaki. Sekitar 400-500 meter. Sangat merepotkan bila sambil membawa koper dan ransel besar. Lalu Pasya turun di Blok B11 yang dicat warna biru laut atau hijau telur asin. Dengan warna-warni, ratusan kabin menarik dipandang mata.

Masih menggunakan kunci manual, pintu kabin pun segera dibuka. “Saya ingin rebahan sejenak setelah lumayan capek, akibat sempat nyasar saat menuju lokasi Fan Village Zafaran dengan Uber,” batinnya.

Begitu terbuka, di sisi pintu ada meja dengan kulkas mini di bawahnya. Langsung menghadap adalah pintu kamar mandi, yang dilengkapi shower dengan air panas. Ukuran kamar mandinya tidak terlalu besar, tapi juga tidak kecil. Cukup nyaman dengan exhaust.Setelah itu ada meja bundar dengan dua kursi yang cukup nyaman.

Penampakkan di dalam Fan Village Cabin Qatar (foto: Pasya Usman)

Di sebelahnya ada lemara pakaian satu pintu dengan tiga rak. Cukup banyak untuk menampung pakaian selama menonton Piala Dunia Qatar.Panas tidak di dalam kabin?

Alhamdulillah, kabinnya dilengkapi AC portable plus kipas angin. Suhu kabin cepat dingin, meski di luar cenderung panas. “Saya sih lebih suka di dalam kabin selama siang hari. Nyaman laksana hotel saja.”

Yang menarik, matrasnya. Memang tidak empuk, tapi sangat nyaman dilapisi bahan linen yang lembut. Saya selalu tidur nyenyak selama dua malam di sini, selepas berjalan sekitar 5 km per hari dari Metro Station menuju stadium atau sebaliknya.

Baca:
–  Kemegahan Masjid Sultan Qaboos di Muscat Oman
 Efek Pandemi, Begini Kondisi di Sekitar Masjid Nabawi, Madinah
– Berbelanja di Pasar Muttrah Souq, Muscat Oman, dengan Kurs Rp 40 Ribu

Secara fisik, kabin ini memang dibuat benar-benar baru. Lantainya menggunakan pelapis lantai motif kayu. Sehingga tidak licin, dan enak sejauh mata memandang.Keluhan
Sudah dua malam di Fan Village Cabins Zafaran, salah satu keluhan saya adalah air dari kamar mandi tembus ke dalam kabin bila setelah digunakan. Memang tidak banjir, tapi cukup merepotkan. Meski air ini akan menguap dan lenyap dalam beberapa jam kemudian.

Kedua, kamar mandi cukup bau, sehingga wajib ditutup selalu.

Namun, secara umum, Fan Village ini cukup baik. Kondisi kabin memang benar-benar baru. Bersih. Matras, bantal, dan selimut linen juga baru dan tidak apek.
Para petugas bersiaga di luar bila pengguna ingin sesuatu atau perlu membersihkan kabinnya.

Kemudian lokasinya sangat strategis, dekat dengan Lusail Stadium, stadion sepakbola terbesar di Qatar yang menjadi lokasl final Piala Dunia.

Menariknya, untuk memanjakan fans internasional, panitia menyediakan bus setiap saat ke stasiun Metro terdekat (Qatar University Station), bagi fans yang ingin pergi ke stadium. Dan semua layanan ini free alias gratis baik bus maupun kereta api Metro.

Oya, untuk sarapan dan makan siang/malam, panitia menyediakan “restoran” dengan biaya 60 riyal qatar, setara Rp 250.000, untuk all you can eat! Menunya pun beragam dari western, asia, dan middle east.

Di sini, saya bertetangga dengan beberapa fans asal Amerika Serikat, Brasil, Arab Saudi, dan lain-lain.

Salah seorang bernama Ward, warga USA keturunan Yordania dan menetap di Texas. Ward mengaku masih ingin menyaksikan pertandingan Belanda versus Amerika Serikat dan Argentina versus Australia.

“Saya selalu menonton dua pertandingan setiap malam sejak tiba di sini,” ujar Ward saat berbincang dengan Merdeka.com dari dalam bus semalam.

Setelah tahu saya asal Indonesia, Ward mengaku jika menikah nanti ingin membawa istrinya berlibur ke Indonesia. Teman saya membagikan foto-foto tentang Indonesia, negara yang sangat indah,” ungkapnya.

5 Comments on “Laporan dari Qatar: Pengalaman Menginap di Fan Village Cabin untuk Penonton Piala Dunia 2022”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :