Single Mom? Ini Tips Kembali Berkencan

ilsutrasi

GETPOST.ID, Jakarta- Menjadi seorang single mom itu memiliki tanggung jawab ganda dan pastinya kesibukan tiada akhir sehingga tidak sempat memikirkan untuk kembali mencari pasangan.

Mencoba menjalin hubungan lagi dengan seorang pria bisa menjernihkan pikiran dan sebagai salah satu bentuk self love. Ini tipsnya dilansir dari laman Times of India.

Jangan merasa bersalah
Anda memang seorang ibu tetapi Anda juga seorang wanita! Anda tidak melakukan kesalahan jika berkencan dengan seseorang. Anda berhak mendapatkan kehidupan di luar kesibukan menjadi seorang ibu, Anda patut bahagia.

Bangga pada diri sendiri
Anda adalah seorang ibu tunggal dan itu membutuhkan banyak nyali dan kemauan keras. Anda harus bangga pada diri sendiri alih-alih merasa menyesal. Banyak orang tua tunggal merasa mereka harus menjelaskan ke diri mereka sendiri. Anda tidak perlu melakukan itu! Banggalah pada diri sendiri dan ini akan terlihat dalam kepribadian Anda juga.

Katakan ke anakmu
Setelah Anda yakin tentang pasangan barumu, kemudian perkenalkan dia kepada anak-anak Anda. Pertama-tama jelaskan kepada mereka dan kemudian dorong mereka untuk mengajukan pertanyaan tentang hal yang sama. Anak- anak akan membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak akan ditinggalkan sendirian. Banyak anak juga yang merasa tidak aman. Salah satu caranya adalah dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama, di mana pasangan Anda dan anak dapat saling mengenal satu sama lain.

Pamer Kemesraan
Mengenalkan pasangan baru ke anak-anak, itu merupakan perubahan besar bagi anak Anda. Untuk transisi yang mulus, jangan lakukan hal-hal yang mungkin membuat anak kesal, terutama seperti menunjukkan kasih sayang ke pasangan di depan umum. Anda yang paling mengenal anak Anda dan situasinya, jadi bersikaplah sedikit sensitif dan lakukan langkah demi langkah.

Peran pasangan
Sama seperti anak Anda, pasangan Anda harus memahami kepekaan yang dibutuhkan dalam hubungan ini. Dia juga harus berusaha membangun hubungan terutama dengan anak. Lihat dulu tingkat kenyamanan anak Anda bersamanya. Jika anak melarikan diri dari pasangannya atau merasa tidak nyaman, bicarakan dengan anak terlebih dahulu dan cobalah untuk memahami mengapa demikian. Prioritaskan anak!

Nayla

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :