Ini Alasan Ussy Sulistiawaty Produksi Parfum di Jerman

parfum-in-bed-with-ussy-pratama

GETPOST.ID, Jakarta- Ussy Sulistiawaty meluncurkan parfum dengan brand nya sendiri, In Bed with Ussy Pratama. Mengenai nama brand parfum, menurut Ussy terinspirasi dari salah satu tema di kanal Youtubenya, Teman Tidur. Parfum yang bisa digunakan untuk pria dan wanita ini (unisex) melalui proses yang cukup panjang lantaran dibuat di Eropa.

“Aku sudah mendatangi beberapa pabrik parfum di Indonesia dan rata-rata wanginya setipe semua. Aku ingin wangi yang berbeda, yang bisa menjangkau pasar luas, bukan hanya di Indonesia saja,” kata Ussy dalam peluncurkan parfum In Bed With Ussy Pratama, Jumat 28 Mei 2021 di Flow Jakarta.

Ketika sudah melalui awal proses, pandemi melanda dunia. Alhasil komunikasi dilakukan via telpon dan virtual. Sedangkan cairan parfum dikirim dari Jerman ke Jakarta, begitu sebaliknya agar mendapatkan aroma yang sesuai keinginan ibu lima anak itu.



Baca:
Ussy Sulistiawaty akan Luncurkan Parfum In Bed with Ussy Pratama

“Ini yang bikin lama dan kayak bakar duit,” kata Ussy.

Sejak kuliah Ussy memang sudah mengkoleksi parfum. Hingga kini sudah ribuan botol parfum yang menjadi koleksinya, mulai dari yang murah hingga yang mahal. Mulai dari berbagai brand yang ada di seluruh dunia.

In Bed With Ussy Pratama adalah eau de parfum dengan top notes beraroma woody dan spicy oriental. Parfum ini terbuat dari lada Lampung dan kayu manis Kerinci di Sumatra. Untuk heart notes, aromanya terbuat dari mawar Bulgaria utuh, bunga violet Prancis, dan geranium Afrika Selatan, serta kayu gaharu Jawa dan amber Bali yang membuat aromanya tahan lama. “Wanginya nuklir banget, disemprot dikit aja udah wangi banget dan tahan lama,” kata Ussy yang membandrol parfum ini seharga Rp1.370.000 untuk ukuran botol 100 ml.

Read More



Dengan harga semahal itu, Ussy mengaku hanya mengambil untung sedikit. Ia juga memproduksi eksklusif. “Saya hanya produksi 5 ribu botol dan sudah laku 2.500 botol. Kalau ini habis, ya sudah. Selanjutnya kita akan produksi parfum dengan aroma lain. Saat ini juga sudah ada permintaan dari pembeli di Taiwan dan Australia, kita sedang proses menjual ke sana,” kata Ussy optimistis.

Alia Fathiyah

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :